Halloween party ideas 2015

Foto : JPNN.com.
Dalam catatan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, peristiwa G30S/PKI ikut menghiasi lembar kelam sejarah masa lalu. Tercatat, bagaimana PKI melakukan aksi dan pembunuhan yang dilakukan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kini, di kawasan yang menjadi saksi bisu peristiwa G30S/PKI itu dibangun sebuah monumen Pancasila Sakti.

Mengunjungi Monumen Pancasila Sakti yang terletak di Jl. Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur bisa menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata sejarah. Museum yang dikelola oleh Pusat Sejarah TNI, Departemen Pendidikan, dan Departemen Kebudayaan Pariwisata, memiliki ratusan benda bersejarah terkait peristiwa G30S-PKI.

Pintu gerbang tinggi menyambut pengunjung ketika memasuki kawasan museum, dengan jalan masuk lebar serta pepohonan rindang. Di Lubang Buaya terdapat Monumen Pancasila Sakti yang berdiri patung tujuh Pahlawan Revolusi. Monumen ini sudah tentunya untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut. Dari kiri adalah Brigjen Soetoyo Siswomiharjo, Brigjen DI Panjaitan, Mayjen R. Soeprapto, Letjen A. Yani, Mayjen MT Haryono, Mayjen S. Parman dan Lettu Pierre A. Tendean.


Monumen ini memiliki kepak sayap patung Garuda Pancasila berukuran raksasa seolah memayungi ketujuh pahlawan revolusi tersebut dengan posisi setengah lingkaran. Pada dinding landasannya terdapat relief yang menggambarkan peristiwa sebelum dan saat meletusnya peristiwa G30S PKI serta penumpasan PKI oleh tentara dan masyarakat.

Mengunjungi Monumen Pancasila Saksi, wisatawan tentu bisa melihat saksi sejarah peristiwa kelam tersebut, seperti rumah tempat penyiksaan ketujuh jenderal tersebut. Di dalam rumah ini terdapat relief yang menggambarkan peristiwa penyiksaan tersebut.

Di bagian luar rumah tersebut terdapat Serambi Penyiksaan. Yaitu tempat dimana beberapa jenderal ditawan dan disiksa disini, yaitu Mayjen S. Parman, Mayjen Suprapto, Brigjen Sutoyo dan Lettu Pierre Tendean.


Saksi bisu lain adalah Sumur Maut yaitu sumur tua yang merupakan tempat dikuburkannya tujuh jenazah jenderal, yang berdiameter 75 cm dengan kedalaman 12 meter. Sementara di samping lubang tersebut ada prasasti yang bertuliskan (dalam ejaan lama) "Tjita-tjita perdjuangan kami untuk menegakkan kemurnian Pantjasila tidak mungkin dipatahkan hanja dengan mengubur kami dalam sumur ini. Lobang Buaja, 1 Oktober 1965".


Di sekitar area tersebut terdapat juga rumah tua yang dahulu dipergunakan para PKI sebagai pos komando dan dapur umum untuk mempersiapkan konsumsi mereka. Memang keasliannya masih banyak yang dipertahankan. Di dalamnya masih terdapat benda-benda peninggalan masa lalu peristiwa tersebut, seperti lampu petromak, mesin jahit, tunggu memasak dan lemari yang memang asli mereka pergunakan..

Untuk melengkapi gambaran wisatawan yang datang berkunjung, juga ada Museum Penghiatan PKI yang di dalamnya merangkum secara lengkap sejarah pemberontakan PKI di Indonesia. Kita bisa berkeliling didalamnya untuk merangkai sejarah kelam bangsa Indonesia tersebut. Hingga sampai pada peristiwa kelam tersebut 30 September 1965.


Dan di kompleks ini juga terdapat koleksi pengganti Truk Dodge buatan Amerika Serikat tahun 1961 bernomor B 2982 L milik PN Arta Yasa yang dirampas PKI di sekitar Jl. Iskandarsyah Kebayoran Baru, yang digunakan PKI untuk menculik dan mengangkut Brigjen DI PAndjaitan dari rumahnya di Jl. Hasanudin Kebayoran Baru ke area Lubang Buaya tersebut.

Selain itu juga terdapat mobil sedan bernomor AD-01 yang merupakan kendaraan dinas Letjend A. Yani ketika menjabat Men/Pangad KOTI (Komando Tertinggi). Dan disebelah kanannya terdapat mobil dinas Jeep Kanvas Nomor 04-62957 yang digunakan Pangkostrad Mayjen Soeharto pada tanggal 4 Oktober 1965 saat memimpin pengangkatan jenazah dari sumur maut Lubang Buaya.

Penasaran dengan peristiwa kelam yang menjadi bagian dari catatan sejarah bangsa Indonesia ini. Yuukk!! datang ke Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya. 


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.