Halloween party ideas 2015


Setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tonggak sejarah persatuan pemuda seluruh Indonesia ini diikrarkan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Kramat 106, yang kini menjelma menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Museum Sumpah Pemuda merupakan museum yang menempati bekas rumah Sie Kong Liong yang pernah disewa dan dijadikan asrama oleh pelajar sekolah dokter pribumi STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen). Tempat ini juga menjadi tempat pertemuan pergerakan pemuda dari dari berbagai daerah sehingga disebut juga Indonesische Clubgebouw (rumah perkumpulan Indonesia), serta menjadi tempat latihan kesenian yang dikenal dengan nama Langen Siswo.

Gedung Kramat Raya 106 memiliki sederet perjalanan sejarah dan menjadi saksi dari proses panjang pembentukan semangat kejuangan bagi kemerdekaan Indonesia. Di Gedung tersebut, sendi-sendi dasar persatuan Indonesia didiskusikan, dirumuskan, untuk kemudian diikrarkan. Tidak hanya menjadi tempat diskusi politik namun Gedung tersebut juga menjadi tempat lahirnya karya-karya sastra gubahan Muhammad yamin dan Aboe Hanifah.

Museum ini memiliki koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Museum Sumpah Pemuda ini didirikan berdasarkan SK Gubernur DKI pada tahun 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional


Salah satu koleksi yang ada di Museum Sumpah Pemuda adalah biola milik Wage Rudolf Supratman. Biola inilah yang digunakan oleh WR Supratman untuk menciptakan lagu "Indonesia" yang kemudian menjadi "Indonesia Raya" pada tahun 1928. Biola yang dihadiahkan oleh W.M. Van Eldick tahun 1914 kepada WR Supratman ini kemudian digunakan untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya di depan peserta Kongres Pemuda Kedua di Gedung Kramat 106 Jakarta, 28 Oktober 1928. Lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman ini yang kini menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia.

 Setelah Wage Rudolf Supratman meninggal pada 18 Agustus 1938, biola tersebut dirawat oleh Ny. Roekijem Soepratijah, kakak Wage Rudolf Supratman. Dan pada tahun 1974, ketika Museum Sumpah Pemuda diresmikan, Ny. Roekijem, sebagai wakil keluarga Wage Rudolf Supratman, menyumbangkan biola Wage Rudolf Supratman untuk disimpan di museum ini.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi obyek wisata Museum Sumpah Pemuda sangatlah mudah. Lokasinya yang berada di pinggir jalan utama di Jl. Kramat Raya 106, Jakarta Pusat menjadikan obyek wisata ini mudah terjangkau. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan umum banyak angkutan umum yang melintasi Museum Sumpah Pemuda, termasuk TransJakarta.


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.