Halloween party ideas 2015



Tujuan wisata Anda ke Kebumen, Jawa Tengah? Jangan lupa selain mengunjungi tempat wisata yang ada, sempatkan untuk mencoba makanan khas Kebumen, Nasi Penggel. Kuliner yang hanya ada di pagi hari ini memang selalu diburu wisatawan. Nasi Penggel itu sendiri bermakna nasi yang dibulati.

Lalu, apa yang membedakan Nasi Penggel dengan nasi lain, seperti Nasi Padang, Nasi Rawon atau Nasi Gudeg Yogya?. Nasi Penggel memang beda dengan nasi lain. Nasi Penggel berupa nasi yang dibentuk bulat, seukuran bola pingpong. Biasanya disajikan dengan wadah daun pisang yang dibentuk `pincuk`, dengan sayur nangka muda atau gori berbumbu gurih.


Untuk lauk Nasi Penggel adalah kulit dan jeroan sapi seperti babat, iso, kikil, ‘tetelan’, jantung, ginjal, paru, dan semacamnya yang dimasak dengan bumbu kuning. Sedangkan lauk pendamping ada tahu atau tempe mendoan.

Untuk satu porsi biasanya berisi 7 hingga 8 bulatan. Harganya pun cukup murah dan terjangkau dengan kocek wisatawan. Menyantap Nasi Penggel paling khas adalah dengan sendok daun pisang. Namun begitu, kebanyakan pembeli menggunakan sendok biasa yang dinilai lebih praktis tanpa mengurangi kenikmatannya.

Meski peminat Nasi Penggel cukup banyak namun tidak banyak penjual Nasi Penggel di Kebumen. Hanya ada beberapa tempat yang menjual Nasi Penggel seperti di Alun-alun Kebumen (Depan Masjid Agung Kebumen), di Desa Tembana dan sentra Nasi Penggel di Dukuh Gunungsari, Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.

Namun, wisatawan tak perlu khawatir sebab di Jl. Pemuda juga ada Nasi Penggel yang merupakan cabang dari Dukuh Gunung Sari. Wisatawan dapat menikmati Nasi Penggel dari pukul 05.30 hingga sekitar pukul 09.30. Lewat dari waktu tersebut siap-siap untuk tidak kebagian alias kehabisan. Dan Anda harus menunggu hari esok untuk bisa menikmati Nasi Penggel.


Konon ceritanya, terciptanya Nasi Penggel, tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Dimulai pada 1948, Kali Kemit yang berada di Kebumen menjadi garis pemisah antara wilayah yang dikuasai Belanda dan Indonesia.


Ketika Indonesia berusaha merebut wilayah yang masih dikuasai Belanda, terjadi pertempuran sengit di Kali Kemit. Banyak yang gugur dari persatuan pelajar dan juga para santri yang tergabung dalam Angkatan Oemat Islam (AOI). Warga pun turut membantu dengan mensuplai makanan pada para prajurit Indonesia di lini depan. Untuk memudahkan distribusi makanan, maka nasi pun dikepal dan terciptalah Nasi Penggel. (Traveller : Sigit Kurniawan).






Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.