Halloween party ideas 2015

 

P R O K L A M A S I 

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. 

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 
Atas nama bangsa Indonesia. 
Soekarno/Hatta.


Hari  Jumat di bulan Ramadhan, pukul  05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari  itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Sementara, Bung Hatta sempat berpesan kepada para  pemuda  yang bekerja pada pers dan  kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Sebuah revolusi telah dimulai.

Demikianlah sekelumit cerita sejarah detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta Pusat.

Peristiwa proklamasi adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dan kini tempat dan lokasi terjadinya peristiwa penting tersebut menjadi obyek wisata yang layak dikunjungi. Tugu Proklamasi adalah tempat wisata sejarah yang cukup menarik untuk dikunjungi. Tugu proklamasi berdiri di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Saat ini, lokasi ini sering digunakan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, dan juga sering menjadi tempat untuk menyelenggarakan berbagai acara termasuk demonstrasi.


Tugu Proklamasi merupakan tempat yang sangat terbuka, dengan akses masuk lebar yang dikeramik, tanpa pagar penutup sama sekali. Dari tepi jalan hingga ke pinggiran area tengah jaraknya sekitar 25 meter, dan dari pinggir area hingga sampai ke depan patung Soekarno – Hatta jaraknya sekitar 25 meter lagi.

Bangunan utama Monumen Soekarno – Hatta Jakarta adalah patung Soekarno yang berada di sebelah kiri memegang naskah proklamasi, dan patung Mohammda Hatta di sebelah kanannya dengan kedua tangan melipat di balik punggung. Di belakang kedua patung terdapat pilar berjumlah 17 yang melambangkan tanggal dibacakannya naskah proklamasi.

Wisatawan juga dapat melihat tengara yang terbuat dari bahan tembaga berisi teks proklamasi. Bentuk tengara ini meniru kertas yang telah diremas hingga agak kusut.

Di seberang Monumen Proklamator terdapat sebuah tugu berwarna putih dengan ukuran tidak terlalu besar. Dulu, tugu itu dibangun untuk memperingati satu tahun berdirinya Republik Indonesia. Di sisi lain dari tugu terdapat naskah proklamasi dan peta Indonesia yang diukir di atas batu.

Sementara itu, Tugu Proklamasi berada di sebelah kiri Monumen Proklamator. Di atas tugu berbentuk bulatan yang menjulang tinggi itu terdapat lambang petir seperti lambang Perusahaan Listrik Negara (PLN). Oleh karena itu ada orang yang menjulukinya tugu petir. Pada badan tugu itu tertulis “Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta.”

Di kelilingi rimbunan pepohonan, membuat berwisata ke Tugu Proklamasi akan menjadi pengalaman yang berarti. Setidaknya, gambaran sejarah peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945 silam seolah terpampang di depan mata. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia melepaskan diri dari belenggu penjajahan tergambar lengkap di obyek wisata ini.



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.