Halloween party ideas 2015


Konon, sebelum menuju Demak dan membangun Masjid Demak, Sunan Kalijaga singgah di Dusun Semaken, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo, DIY. Karena tidak mendapati tempat untuk shalat Sunan Kalijaga kemudian menancapkan sebuah tongkat di tanah dan memerintahkan kepada murid atau pengikutnya yaitu Adipati Therung untuk membangun masjid di atas tanah yang ditancapkan tongkat oleh Sunan Kalijaga.

Itulah sekelumit cerita dari latarbelakang berdirinya Masjid Jami Sunan Kalijaga (Kedondong) yang terletak di Dusun Semaken, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo. Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1477 Masehi sampai saat ini masih berdiri kokoh meski sudah beberapa kali mengalami pemugaran.

Beberapa bagian dari masjid ini tampak masih asli seperti empat tiang penopang bangunan atau Saka Guru dan sebuah mustika dari tanah liat sebagai pengganti kubah yang diletakkan di bagian atap masjid. Mustaka itu sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga dan tidak akan pernah diganti sampai kapan pun.

Sementara benda-benda peninggalan lainnya termasuk peninggalan lain yang masih ada sampai saat ini antara lain : bedhug, kentongan, tongkat imam dan sebuah sumur tua. Benda-benda tersebut ternyata juga memiliki cerita sendiri.

Sebut saja Bedhug yang menurut cerita seperti dituturkan Takmir Masjid Sunan Kalijaga, Solihuddin Qosim bedhug dibawa dari daerah Mangiran, Bantul oleh seorang wanita paruh baya yang memiliki daya linuwih yang dikenal dengan Nyai Dasih.

Nyai Dasih dipercaya sebagai cikal bakal berdirinya Dusun Kedondong. Bedhug tersebut sampai sekarang masih digunakan untuk memanggil warga menunaikan sholat. Sementara kenthongan kuno meski masih ada namun sudah tidak bisa digunakan karena sudah rapuh termakan usia.

Masjid Sunan Kalijaga (Kedondong) yang bersejarah dengan beragam cerita di dalamnya membuat masjid ini dikenal oleh warga dari luar wilayah Dusun Kedondong, seperti Magelang. Banyak wisatawan yang juga datang untuk melihat masjid ini.




Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.