Halloween party ideas 2015


Kawasan Alas Piket Nol Lumajang, Jawa Timur tentu sudah tidak asing lagi bagi wisatawan. Kawasan ini merupakan kawasan yang harus dilintasi bagi wisatawan yang akan menuju ke Lumajang, Jawa Timur.

Kondisi jalan di kawasan Alas Piket Nol memang terbilang mulus namun kontur jalan yang penuh kelokan tajam tentu akan membuat pengendara harus lebih ekstra hati-hati saat melintas. Sementara letaknya yang berada di lereng Semeru membuat kawasan ini berhawa sejuk dan dingin serta kabut yang turun di waktu tertentu.

Memang, disarankan bagi wisatawan yang akan melewati kawasan ini untuk melintas di pagi atau siang hari. Sebab jika melintas di waktu sore atau malam hari dikhawatirkan kabut akan turun.

Perjalanan di kawasan Alas Piket Nol diakhiri di jembatan Candipuro. Di sini ada baiknya pengendara beristirahat sambil melihat pemandangan alam perbukitan dan jembatan bersejarah yakni Jembatan Gladak Perak. Jembatan Gladak Perak terletak di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  

Bagi wisatawan yang akan menuju Lumajang dan Jember tentu sudah tidak asing lagi dengan Jembatan Gladak Perak. Jembatan bersejarah peninggalan Belanda atau yang memiliki nama lain Besuk Kobo'an ini ternyata memiliki cerita sendiri.

Jembatan Gladak Perak dibangun sekitar tahun 1925 hingga tahun 1940 oleh pemerintah kolonial Belanda. Jembatan ini pernah dihancurkan pada tahun 1947 oleh Zeni Pioneer (22 Jatiroto) untuk menghambat pergerakan tentara Belanda dari Malang masuk ke Lumajang. Jembatan ini dibangun kembali pada tahun 1952.

Soal asal muasal nama Gladak Perak terdapat beberapa versi. Menurut pendapat beberapa masyarakat setempat, nama perak dihubungkan dengan warna cat dari jembatan Gladak Perak yang lama, yang akan sangat mencolok ketika disinari cahaya matahari. Versi lainnya mengatakan bahwa untuk pembangunan jembatan ini perlu menghabiskan begitu banyak uang perak.

Sementara legendanya sendiri mengatakan bahwa untuk membangun jembatan ini, digunakan Gelang Perak milik seorag penarik ledek yang cantik sebagai tumbal. Hal tersebut karena banyaknya pekerja yang jatuh ke sungai Besuk Sat saat pembangunannya, sehingga diperlukan tumbal sebagai penolak bala.

Jembatan Gladak Perak saat ini memang sudah tidak lagi digunakan. Jembatan hanya bisa digunakan untuk wisatawan yang ingin berfoto dengan latar belakang pemandangan bukit dan pepohonan. Sebagai penyanggah jembatan digunakan bambu untuk menjaga keselamatan wisatawan yang berjalan di sepanjang Jembatan Gladak Perak.

Di kawasan ini wisatawan juga bisa menikmati makanan dan minuman yang dijajakan di warung-warung yang ada di kawasan ini. Sambil menikmati gorengan dan teh hangat ditambah udara sejuk lengkap sudah berwisata di kawasan Alas Piket Nol ini. (Traveller : Sigit Kurniawan).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.