Halloween party ideas 2015


Masjid di dalam perut bumi atau di dalam tanah. Apa yang terbayang dalam benak Anda. Ya, bagaimana jika itu memang benar adanya.


Sebuah masjid di wilayah Tuban, Jawa Timur bernama  Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi keberadaannya memang benar-benar di dalam perut bumi atau di dalam tanah. Adalah KH Subhan Mubarrak yang merupakan penggagas pembangunan masjid tersebut. Masjid yang dibangun pada tahun 2002 itu dekat dengan pesantren miliknya.


Keberadaan Masjid Askhabul Kahfi memang sudah tenar di kalangan para peziarah. Mereka datang tidak hanya dari kota-kota di Jawa namun juga di luar Pulau Jawa. Masjid ini mampu menampung sekitar 600 orang jamaah.

Selain menjalankan ibadah shalat, para wisatawan dan peziarah umumnya juga berdoa dan bertawassul selain tentunya melihat keindahan ornamen dan hiasan di dalam masjid yang terletak di Jalan Tembus Gedung ombo, Kelurahan Gedung ombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.


Masjid Askhabul Kahfi memang memiliki arsitektur yang menarik. Bagian depan masjid terlihat begitu mencolok dengan perpaduan warna-warni terang. Dipadu dengan ukiran kaligrafi yang dikombinasikan dengan aksara Jawa. Lalu, bagian kubah juga dibuat dengan unsur seni yang begitu khas. Dilukis penuh dengan goresan ayat-ayat Alquran.


Masjid ini juga dihiasi dengan pilar, ukir-ukiran, serta penerangan yang samar-samar. Puluhan anak tangga berhiaskan marmer menjadi penghubung antara satu ruang dengan ruang lainnya. Seperti masjid-masjid lainnya, tak ada biaya untuk masuk ke dalam masjid ini. "Para pengunjung hanya dimohon kesadaran untuk memberi infaq saat mengunjungi masjid," kata Wicaksana, salah seorang petugas masjid.


Di dalam Masjid Askhabul Kahfi, juga terdapat sumur atau sumber air yang airnya dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. "Kami menyebutnya sebagai Air Barokah," kata Wicaksana.

Untuk mendapatkan Air Barokah ini para pengunjung dikenakan mahar sebesar Rp10.000,-. "Mahar tersebut digunakan untuk pemeliharaan masjid dan pesantren," ujar Wicaksono.



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.