Halloween party ideas 2015


Kawasan Kampung Luar Batang yang berada di  Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara menjadi kawasan alternatif wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Tepatnya, Kampung Luar Batang berada di belakang Museum Bahari. Konon, Kampung Luar Batang dipercaya sebagai pemukiman tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1630.

Ada dua pendapat mengenai asal usul kampung, yang pertama menyebutkan bahwa wilayah Luar Batang berada di luar batas pemisah berupa batang kayu yang dibuat Belanda di muara Sungai Ciliwung. Patek ini dibuat untuk mernisahkan kegiatan perdagangan Belanda di Pelabuhan Sunda Kelapa dengan para nelayan. Perahu nelayan harus berlabuh di luar batang kayu, di sebelah barat sehingga daerah ini kemudian dinamakan Luar Batang.

Pendapat kedua, berawal dari makam Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Saat akan dimakarnkan di pemakaman pemerintah di Tanah Abang (Taman Prasasti), sesuai kehendak Belanda, temyata jenazahnya sudah tidak ada di tempat usungan yang berupa kurun batang. Jenazah sudah berada di dekat mesjid yang kemudian disebut Kampung Luar Batang. Dari "Makam Kramat Luar Batang" inilah awal dari kampung Kramat Luar Batang.

Berwisata ke Kampung Luar Batang, wisatawan selain disuguhkan pemandangan khas masyarakat pesisir juga yang tak kalah menariknya adalah keberadaan Masjid Luar Batang yang di dalamnya terdapat sebuah makam ulama, yakni Habib Husein bin Abubakar Alaydrus yang merupakan pendiri Masjid Kramat Luar Batang. Banyak orang datang berziarah ke tempat ini, termasuk mereka yang berasal dari luar negeri.

Kampung Luar Batang, lebih cocok bagi wisatawan yang ingin berwisata sejarah, petualangan, dan religi. Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus adalah ulama besar dari Yaman. Ia mulai menyiarkan agama Islam sejak tahun 1700-an di pesisir Batavia.

Letak Kampung Kramat Luar Batang dekat dengan pantai laut Jawa sehingga banyak mempengaruhi iklim dan lingkungan hidup masyarakatnya. Dulu keadaan alam kampung ini masih berupa empang-empang dan lautan semak yang berawa-rawa. Rawa-rawa ini kemudian ditimbun untuk dijadikan tempat tinggal penduduk. Tanah terbentuk dari endapan lumpur di muara sungai sehingga tidak padat. Air tanahnya mengandung garam sehingga tidak bisa digunakan untuk air minum.

Penduduk kampung terdiri dari orang asli Betawi dan pendatang dari Jawa Barat, Madura, Jawa Tengah, Bugis, dan Makasar. Para pendatang dari Sulawesi Selatan umumnya bekerja di bidang perkayuan. Sedang yang dari Jawa, Madura, Sunda, dan Betawi kebanyakan menjadi buruh pelabuhan atau industri. Penasaran? Yuk, berwisata ke Kampung Luar Batang.





Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.