Halloween party ideas 2015


Siapa sangka, kawasan yang dulunya merupakan kawasan prostitusi terkenal di Jakarta, khususnya di Jakarta Utara yakni Kramat Tunggak, kini telah berganti menjadi kawasan yang religius. Ya, kawasan prostitusi ini, di era tahun 1970-an dan 1980-an sangat populer keberadaannya. Sejarah mencatat, tak hanya bisnis esek-esek saja yang menggeliat di kawasan ini, bisnis perjudian pun cukup marak meramaikan kawasan ini.

Kini, kawasan yang dulu identik dengan 'wisata malam' nya itu telah berubah dan menjadi kawasan yang dikenal dengan Jakarta Islamic Center (JIC). Jakarta Islamic Centre merupakan tempat pengembangan dan pembelajaran Islam yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Utara. Pusat pendidikan agama Islam ini adalah sebuah kebanggaan bagi warga Jakarta dan sudah menjadi salah satu tempat wisata di Jakarta Utara yang menarik untuk dikunjungi pecinta wisata rohani.
Sebuah bangunan megah, berdiri di kawasan ini yang berfungsi selain sebagai tempat ibadah namun juga merupakan pusat pendidikan agama Islam. Di dalamnya, juga terdapat fasilitas seperti perpustakaan dan gedung pertemuan.

Selain sebagai pusat pendidikan agama Islam, JIC juga menawarkan potensi wisata religi yang berada di wilayah Jakarta Utara. Bahkan, keberadaan JIC juga termasuk dalam program 12 destinasi wisata pesisir yang menjadi andalan Pemkot Administrasi Jakarta Utara di bidang pariwisata.


Sejarah Kramat Tunggak 

Kramat Tunggak, Jakarta Utara merupakan lokalisasi prostitusi pertama dan terbesar di Jakarta. Tempat ini merupakan lokalisasi tempat prostitusi yang sebelumnya tersebar di beberapa tempat, seperti Bina Ria dan Volker, yaitu deretan rel kereta api di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Nama Kramat Tunggak sendiri berasal dari nama Kramat yakni kawasan Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sedangkan Tunggak, berarti batang pohon yang dipotong lalu ditancapkan di pinggir pantai untuk menambatkan perahu nelayan.

Pada awal pembukaan, terdapat sekira 300 orang PSK dan 76 germo. Jumlah ini terus berkembang hingga namanya terkenal hingga di Asia Tenggara sebagai ‘pusat jajan terbesar bagi kaum hidung belang’. Lokalisasi ini meluas hingga menempati lahan mencapai hampir 12 hektare.

Para PSK, sebagian besar di antaranya datang dari daerah Indramayu, Subang, dan kawasan Pantai Utara Jawa. Pekerja seks Lokres Kramat Tunggak termasuk dalam golongan PSK menengah ke bawah. Para pengguna ‘jasa’ harus membayar Rp30 hingga Rp100 tiap sekali kencan. Harga itu belum termasuk sewa kamar. Diperkirakan penghasilan bersih rata-rata pekerja seks pada saat itu mencapai Rp200 per bulan.

Kawasan Jakarta Islamic Center (JIC) merupakan kawasan wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan. Keberadaan JIC pun diharapkan menjadi salah satu simpul pusat peradaban Islam di Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi simbol kebangkitan Islam di Asia dan Dunia. Ciri peradaban yang dimaksud adalah dengan adanya kelengkapan fasilitasi fungsi-fungsi kemakmuran masjid yang terdiri dari fungsi peribadatan, fungsi kediklatan dan fungsi pedagangan/bisnis. (Dari berbagai sumber). 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.