Halloween party ideas 2015

 

Pengunjung pameran lukisan koleksi Istana akan mendapat layanan tur wisata. Layanan tur ini diharapkan bisa memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap setiap koleksi lukisan Istana Kepresidenan RI. Demikian disampaikan Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (Setpres), Bey Machmudin, dalam siaran persnya, Kamis (4/8).

“Dalam tur tersebut, nantinya pengunjung akan dibimbing oleh para kurator dengan didampingi oleh satu narasumber ahli seperti sejarawan Peter Carey, jurnalis Aryo Wisanggeni, Kepala Galeri Nasional Tubagus Andre, staf pengajar Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Citra Smara Dewi, serta kritikus Agus Dermawan T,” tulis Bey.

Menurut Bey, tur yang berdurasi sekitar 1,5 jam di setiap sesinya ini akan digelar dalam 2 sesi pada setiap pelaksanaannya, yakni pada pukul 10.00-11.30 WIB dan 13.30-15.00 WIB.

Pameran bertajuk '17/71: Goresan Juang Kemerdekaan' ini digelar di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Presiden pertama RI, Soekarno terkenal memiliki kecintaan pada seni dan budaya. Tak banyak diketahui umum, sang proklamator yang memiliki panggilan Bung Karno itu mengoleksi sampai sekitar 2.800 lukisan. Lukisan-lukisan tersebut kebanyakan tersimpan di Istana Negara dan awalnya tak dapat dinikmati secara bebas oleh masyarakat.

Ada 28 lukisan bersejarah yang dipamerkan sejak tanggal 1 hingga 30 Agustus 2016. Seluruh lukisan memiliki cerita bersejarah karena memang dibuat oleh para maestro seni lukis kebanggaan Indonesia sejak zaman kolonial.

Satu di antara lukisan yang dipamerkan adalah lukisan 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' karya Raden Saleh, yang merupakan lukisan tertua dari 28 lukisan langka koleksi Istana Kepresidenan yang dipamerkan di Galeri Nasional. Lukisan tersebut dibuat pada tahun 1857. (Biro Pers, Media, dan Informasi Setpres).  




Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.