Halloween party ideas 2015


Perjalanan wisata Time for Taiwan FamTrip tiba-tiba saja berubah. Tepatnya saat berada di sebuah destinasi wisata di kawasan Chiayi City. Suasana Taiwan seakan hilang dan berganti menjadi seolah tengah berada di negara Jepang.

Sebuah 'perkampungan' dengan deretan rumah-rumah tradisional berbahan kayu Negeri Sakura tersebut terpampang jelas di depan mata. Nuansa Jepang begitu kental terlebih dengan pohon-pohon dan taman yang mendukung sempurnanya suasana Jepang.

Hinoki Village, demikian sebutan dari destinasi perkampungan Jepang yang berada di kawasan Alishan tersebut. Terdapat 28 bangunan bergaya Jepang di Hinoki Village yang tampak terpelihara keasliannya. Beberapa di antaranya memang diubah fungsinya menjadi ‘kedai' budaya Jepang seperti pernak pernik souvenir, makanan, minuman serta buah-buahan. Juga terdapat mini museum seperti Kano Story House yang populer sejak film "Kano" diputar.

Mempertahankan bentuk asli dari bangunan yang ada di Hinoki Village menurut Tina Shai, guide lokal yang memandu peserta Time for Taiwan Fam Trip adalah untuk memastikan para wisatawan akan dapat melihat sejarah seni kayu berarsitektur Jepang dengan konsep budaya Chiayi’s Forestry untuk mewakili bangunan Cypress tradisional Jepang di Taiwan.

Seperti diketahui, selama 50 tahun Jepang menduduki Taiwan memang membawa proses akulturasi budaya. "Tidak sedikit orang-orang Jepang yang menikah dengan warga Taiwan hingga beranak pinak. Namun, setelah Perang Dunia II orang-orang Jepang tersebut meninggalkan Taiwan, termasuk meninggalkan keluarga mereka yang adalah warga Taiwan," kata Tina Shai.

Rumah-rumah Jepang di Hinoki Village dibangun pada tahun 1914 dan digunakan sebagai asrama pekerja Jepang yang bekerja di kawasan hutan Alishan. Mereka juga membuat rel kereta api untuk mengangkut dan menyimpan hasil sumber daya alam Alishan seperti kayu pohon cemara.

Setelah ditinggalkan Jepang, rumah peninggalan Jepang yang berdiri di atas areal seluas 3,4 hektar ini sempat digunakan sebagai perkantoran oleh pemerintah Kota Chiayi. Barulah pada tahun 2005 pemerintah setempat menjadikan kawasan Hinoki Village sebagai kawasan wisata dan kawasan cagar budaya yang dilindungi.

Hinoki Village buka 24 jam. Pengunjung bebas masuk ke areal perkampungan Jepang ini. Namun, untuk toko-toko yang ada di dalam Hinoki Village buka dari pukul 10.00 hingga 18.00.

Bagi wisatawan yang ingin lebih merasakan nuansa Jepang di Hinoki Village juga bisa mengenakan pakaian khas Jepang, Kimono. Wisatawan dapat menyewa dan mengenakannya di areal tertentu. Jadi, tunggu apalagi. Yuk! Rencanakan perjalanan Anda untuk singgah di Kampung Jepang, Hinoki Village. It's a Real Japan in Taiwan. (Traveller: Sigit Kurniawan).


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.