Halloween party ideas 2015


Udara dingin di atas ketinggian di bawah kaki Gunung Ciremai menyambut kami saat tiba di Kawasan obyek wisata Palutungan, Kuningan, Jawa Barat. Segera, kami pun menghirup udara yang begitu sejuk sedalam-dalamnya dan menghembuskannya ke luar dari mulut.

Hari belumlah sore, namun mendung telah menggelayut. Sebelum hujan turun, kami pun segera bergegas untuk bisa tiba dan melihat Curug Landung di kawasan obyek wisata ini dari dekat. Selain Curug Landung, ada lagi curug lain di kawasan obyek wisata Palutungan, yakni Curug Siputri.

Untuk bisa melihat Curug Landung, wisatawan harus melintasi jalan dengan rute yang cukup ekstrem. Jalan setapak selebar 1 meter dengan kontur jalan yang naik naik turun harus dilewati oleh wisatawan. Sebagian besar jalan memang sudah disemen. Namun, kita harus tetap hati-hati terlebih jika hujan dan jalan licin.

Sebuah baliho bertuliskan "Selamat Datang di Curung Landung" menyapa wisatawan sebelum tiba di pintu masuk Curug Landung yang berjarak sekitar 100 meter. Untuk bisa melihat Curug Landung, wisatawan dikenakan tiket masuk Rp10.000 per orang. Dari pintu loket menuju titik air terjun, kita harus berjalan melintasi bibir tebing. Di beberapa titik khususnya saat jalan menikung memang sudah dipasangi pagar bambu yang berfungsi untuk pegangan bagi wisatawan.

Jarak tempuh untuk mencapai Curug Landung memang tidaklah jauh, jadi nikmatilah perjalanan singkat tersebut sambil melihat pemandangan alam sekitar. Rimbunnya pepohonan di sisi kanan dan kiri jalan serta udara khas pegunungan semakin menambah berkesannya kunjungan wisata ke Curug Landung.

Mendekati curug, wisatawan sudah bisa melihat indahnya Curug Landung dari ketinggian. Dari sela-sela pepohonan, wisatawan dapat melihat bagaimana air jatuh dan menimpa bebatuan di bawahnya. Suaranya pun terdengar begitu keras dan khas.

Curug Landung terletak di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sesuai namanya, Curug Landung yang berarti panjang ini mempunyai ketinggian mencapai 30 meter melebihi Curug Siputri yang hanya sekitar 20 meter saja. Selain menikmati pemandangan alam sekitar yang indah nan asri, wisatawan tentu bisa merasakan cipratan air yang mengenai wajah dan tubuh kita dari air terjun yang mengalir deras membentuk aliran sungai jernih behiaskan bebatuan besar yang tersusun rapi oleh alam.

Bagi wisatawan yang tidak ingin mendekati air terjun bisa duduk di gazebo yang ada sekitar 100 meter. Ada dua gazebo yang tersedia. Sementara jika pengunjung haus atau lapar, sebuah warung yang menjajakan makanan ringan juga bisa menjadi pilihan.

Curug Landung banyak diminati wisatawan, khususnya para ABG yang datang tak sekadar menikmati indahnya air terjun juga untuk berselfie ria dengan latar air terjun dan pemandangan alam sekitar.

Keberadaan Curug Landung, tidak terlepas dari legenda yang ada di masyarakat sekitar. Konon menurut cerita waktu usia menginjak dewasa, Putri Holland William Sie (Walemse) menjalin hubungan dengan seorang pria hingga ke jenjang pelaminan dan menikah dengan mengadakan upacara adat Sunda disawer/dipercik. Di mana, adat ini perlu dilaksanakan dengan cara disawer/dimandikan di curug yang landung/tinggi dengan tujuan agar setelah pernikahan diharapkan akan panjang usianya, banyak rezeki, tinggi kedudukannya bahkan abadi pernikahannya. Sejak itu, muncullah legenda Curug Landung di masyarakat.

Puas di Curug Landung, sebaiknya wisatawan yang masih memiliki banyak waktu luang bisa mendatangi satu curug lain yang berada di obyek wisata Palutungan, yakni Curug Siputri. Curug Siputri berada tidak jauh dari Curug Landung. Tinggi Curug Siputri lebih rendah dari Curug Landung yakni sekitar 20 meter. Penasaran? Yuk, berwisata ke Kuningan. (Traveller: Sigit Kurniawan).















Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.