Halloween party ideas 2015


Takjub! Itulah kesan pertama saat menginjakkan kaki memasuki Pendopo Kabupaten Kudus dan rumah dinas Bupati Kudus yang beralamat di Jalan Simpang Tujuh Nomor 1 Kudus, Jawa Tengah. Bangunan megah dengan tembok tebal kuno dan interior kayu jati ukir yang berdiri pada abad XV membuat siapa pun berdecak kagum akan keindahan bangunan tersebut.

Pendopo merupakan cikal bakal pusat pemerintahan kabupaten (Regentschap) Kudus pada abad XIX. Berdasarkan keputusan Gubernur Hindia belanda pada tahun 1819. Dengan Bupati (Regent) pertama adalah Kyai Raden Adipati Tumenggung Pandji Padmonegoro tahun 1820.
 
Pemerintah Kabupaten Kudus menjaga warisan (heritage) budaya ini dengan baik. Terbukti dari gebyok ukiran kuno yang penuh filosofi masih utuh meski sudah berusia ratusan tahun. Ukiran motif untaian melati menjadi ciri khas pahatan di gebyok Kudus yang rumit serta empat tiang penyangga utama berukir indah menjadi bukti sejarah tingginya peradaban dimasa itu.
 
Untuk menghilangkan kesan angker, warga diizinkan untuk berwisata edukasi di Pendopo termasuk kunjungan saya kali ini yang berbarengan dengan ratusan siswa SD.


Kami merasa beruntung berkesempatan keliling Pendopo dan Rumdin ditemani "pemandu wisata istimewa" yakni Bupati Kudus Musthofa.

Rasa lelah tak menyurutkan semangat untuk berkeliling mulai dari Aula depan, Pringitan (ruang yang digunakan Bupati untuk menerima tamu), ruang tengah sampai ruang garuda (ruang kerja Bupati) bisa dikunjungi. Diruang-ruang tersebut terdapat foto-foto Bupati Kudus dan benda-benda bersejarah.

Pagi itu benar-benar menyenangkan mendengar celotehan anak-anak yang terkagum-kagum sambil riang bermain di pendopo Kabupaten sampai ke halaman belakang pendopo yang menyatu dengan rumah dinas Bupati.

Bahkan anak-anak tersebut diperbolehkan memetik dan menikmati buah yang ada dihalaman belakang sambil melihat kebun binatang mini.

Sebagai "Pemandu Wisata" Kang Mus sapaan akrab bupati bercerita ide mengadakan wisata edukasi di Pendopo yang awalnya muncul dari rasa keprihatinan terhadap generasi muda yang sudah luntur rasa cinta terhadap daerah kelahiran. Maka diluncurkanlah wisata edukasi dengan tagline
"Kenali, cintai, Kudus. Alam, budaya, dan pariwisatanya".

Usai berkeliling di Pendopo kami juga bisa mempelajari tanaman-tanaman kuno yang ada di kawasan kantor bupati seperti adanya tanaman buah kecapi, kepel, sawo hijau, asem jawa kuno, pohon beringin maupun tanaman lain yang konon usianya juga sudah ratusan tahun.
Tanpa terasa wisata edukasi harus berakhir anak-anak berlarian menikmati hijaunya rumput di halaman pendopo. Sebelum melanjutkan wisata edukasi lain di museum kretek yang merupakan satu-satunya museum sejarah perkembangan rokok kretek di Indonesia. (Traveller: Sutini).



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.