Halloween party ideas 2015


Tertarik dengan legenda asal usul Bledug Kuwu salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kali ini saya pun singgah untuk menyusuri keunikan tempat tersebut. Perjalanan saya cukup melelahkan karena cuaca yang terik siang itu. Namun terbayar ketika sampai lokasi dan dipintu masuk Bledug Kuwu disambut ramah penjaga loket masuk yang menyodorkan tiket masuk tertera nominal Rp. 3000,-.

Beberapa orang penjual jasa payung menawarkan jasa, saya bergeming mengamati sekeliling untuk melihat letupan-letupan lumpur yang terlihat dari kejauhan. Seorang warga lokal mendekati rombongan saya bersiap menjadi guide dengan bayaran seikhlasnya.

Untuk menuju ke tengah hamparan lumpur membutuhkan kehati-hatian agar tidak terjebak masuk ke dalam lumpur. Disaat itulah ada wisatawan yang berteriak ternyata kakinya terjebak masuk lumpur. Ngeri juga melihatnya!. Meski lumpur di area Bledug Kuwu tidak panas hanya saja kalau terjebak masuk ke lumpur pakaian jadi kotor.

Selama di lokasi, pandangan saya fokus ke arah letupan lumpur bercampur garam halus yang keluar dari dalam tanah secara terus-terusan dengan jangka waktu kurang lebih 2-3 menit dengan lokasi letupan yang berpindah-pindah. Bledug Kuwu memang berupa kawah lumpur atau dalam bahasa ilmiahnya “mud volcano”. Hmmm.

Saya termasuk tidak beruntung berkunjung dimusim panas ini, karena letupan lumpur hanya kecil-kecil.

Berada di tengah hamparan lumpur saya jadi membayangkan asal usul Bledug Kuwu yang menurut legenda dari cerita rakyat secara turun menurun Bledug Kuwu itu terbentuk karena adanya lubang besar yang menghubungkan antara bledug itu sendiri dengan laut Selatan. Konon lubang itu terbentuk dari jalan pulangnya ular besar yang bernama Jaka Linglung dari laut Selatan ke Medang Kamulan, setelah berkelahi dengan Prabu Dewata Cengkar. Dalam perjalan pulang ke Medang Kamulan Joko Linglung menjelma menjadi ular yang besar sehingga terbentuklah lubang. Ini juga sebagai persyaratan agar di akui sebagai anak oleh Raden Ajisaka.

Entah benar atau tidak legenda yang ada namun fenomena langka di Bledug Kuwu cukup menarik untuk ditelisik. Karena saya juga melihat banyak warga yang menjual garam yang dihasilkan dari letupan lumpur. Demikian juga terdapat belerang yang dipercaya untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Sayang memang di lokasi wisata ini, tidak ada oleh-oleh khas warga, namun wisatawan dapat membeli garam ataupun bubuk belerang yang dikemas dalam botol yang banyak dijual warga. Bagi wisatawan yang ingin menikmati letupan lumpur yang lebih besar sebaiknya datang pada saat musim hujan. (Traveller: Sutini)



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.