Halloween party ideas 2015


Bagi umat Islam datangya bulan suci Ramadan tentu disambut gembira. Termasuk di Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Beragam cara dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan atau bulan puasa. Bagi warga Jawa Tengah, tradisi Ruwahan atau Nyadran menyambut datangnya bulan puasa Ramadan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang masih dipertahankan hingga sekarang, meski dengan tata cara adat budaya berbeda.

Bagi masyarakat desa Undaan Lor Kecamatan Undaan Kudus Jawa Tengah, tradisi Ruwahan dilakukan dalam bentuk kirab apem (serabi). Ratusan warga dari 32 gang mengumpulkan apem untuk dibuat gunungan yang akan dikirab keliling desa.

Berawal dari setiap bulan Ruwah (Sya'ban) di mana masyarakat Undaan Lor menggelar tradisi Ruwahan berupa kenduri apem baik di Masjid, Mushola maupun dirumah-rumah. Melihat tradisi tersebut, kemudian tercetus ide untuk menyatukan dalam satu acara. Akhirnya dilakukanlah kirab apem keliling desa yang berakhir di Makam Leluhur desa setempat.

"Sudah beberapa tahun ini kami mengelar kirab (grebeg) Apeman untuk mempersatukan warga Undaan Lor tanpa memandang status sosial sehingga semua warga didatangi panitia untuk mintai apem yang akan dibuat gunungan kirab", kata Kepala Desa Undaan Lor, Edi Pranoto.

Dalam kegiatan Kirab Apeman, terdapat 9 buah gunungan yang terdiri dari 3 buah gunungan apem, 3 buah gunungan jajan pasar dan 3 buah gunungan lagi berupa hasil bumi dari sawah-sawah warga. Karena rata-rata warganya merupakan petani. Ada lebih 3000 apem yang dikirab.

Jajanan Apem mempunyai filosofi yang dalam, karena apem melambangkan saripatinya kehidupan antara kebaikan dan keburukan yang melebur jadi satu sehingga menghasilkan keikhlasan. Dengan memaknai filosofi apem tersebut diharapkan masyarakat dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan alasan dilaksanakan pada bulan Ruwah karena berkaitan erat dengan tradisi kirim doa untuk arwah yang dilakukan secara turun temurun jelang puasa.

"Apem dibuat dari perpaduan tepung beras, santan dan gula yang melebur menghasilkan warna hitam dan putih dimana dalam setiap manusia pasti mempunyai sisi buruk dan baik, hitam dan putih", tutur tokoh desa setempat Zainul.

"Apem dari kata Affuwun yang artinya maaf, dimana pada bulan Sya'ban semua orang harus saling memaafkan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik", imbuh Inul.

Kirab apem dilakukan oleh warga selepas sholat Ashar, mereka berkeliling desa sejauh 3,5 km dari ujung perbatasan desa sampai ke Makam Mbah Gareng. Kirab diikuti perwakilan warga dari 32 gang. Kegiatan kirab langsung dipimpin oleh kepala desa beserta perangkat dan tokoh masyarakat.

Dalam kirab tersebut juga ditampilkan kesenian barongan dan kelompok barongsay dari Klenteng Jetis Kapuan. Ini merupakan simbol guyupnya warga dalam menyambut datangnya bulan Puasa.


Usai diberikan doa, 9 buah gunungan tersebut menjadi rebutan warga karena dipercaya membawa berkah. Salah satu warga, Komariah mengaku sengaja menunggu gunungan untuk ikut ngalap berkah. Dimana setelah berebut dengan ratusan warga dirinya memperoleh beberapa kue apem dan kacang panjang. (Traveller: Sutini). 






Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.