Halloween party ideas 2015


Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengaku masih banyak potensi pariwisata di Riau belum tergarap dengan baik dan butuh kerja keras untuk menjual potensi wisata Riau agar investor bisa terlibat.

Karena itu, Pemprov Riau setakat menjadi daerah tujuan investasi pariwisata. Demikian disampaikan Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat membuka Riau Investment Forum (RIF) di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Pekanbaru, Senin (16/10).

"Meski dalam kondisi alam Riau masih tertinggal dengan daerah lain, tapi Riau punya potensi besar untuk pengembangan potensi wisata. Peluang ini ada hampir di setiap kabupaten dan kota di Riau," katanya.

Khusus masalah infrastruktur di sektor pariwisata, sebut gubernur, akan dilakukan dengan sistem keroyokan. Dimana hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta sediakan anggaran untuk pengembangan pariwisata.

"Anggaran seperti itu tidak kurang dari Rp 1 triliun tersedia untuk infrastruktur pariwisata. Karena percuma saja kita gencar melakukan mempromosikan wisata di Riau, jika tidak didukung dengan sarana memadai akan hambar," ujarnya.

Menurutnya, bagaimana mungkin ada banyak wisatawan datang kalau sarana infrastrukturnya tidak memadai. Makanya Pemprov Riau sediakan anggaran itu hampir di semua OPD.

"Saya yakin dengan sistem keroyokan seperti ini akan lebih memudahkan bagi pemerintah dalam perbaikan infrastruktur. Sebenarnya upaya dorongan perbaikan infrastruktur pariwisata ini sudah lama  namun memang untuk pelaksanaannya masih terkendala waktu dan anggaran," tukasnya.

Sebelumnya Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), ‎Didien Junaedy siap mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengembangkan sektor pariwisata.

Menurutnya selain kaya Sumber Daya Alam ‎(SDA), Riau juga ternyata kaya akan potensi pariwisata, namun belum terpublikasi dengan baik. Karena itu, pihaknya bersama asosiasi-asosiasi di Riau siap mendorong meningkatkan potensi wisata Riau.

"Saya lihat garis pantai di Sumatera bagian timur ini cukup banyak dan bagus, misalnya saja Pulau Rupat dan lainnya. Ini kalau digarap bisa meningkatkan sumber pendapatan daerah dan membantu ekonomi masyarakat," katanya. ‎

Ditanya seberapa lama pariwisata Riau bisa bergerak dan berkembang seperti pariwisata di daerah lain? Didien memprediksi tahun 2018 pariwisata Riau bisa menggeliat, asalnya ada komitmen dan keberanian pemerintah daerah untuk membangun.

"Untuk mewujudkan pariwisata ini harus ada pemimpin yang gila. Maksud saya gila membangun destinasi pariwisata. Kalau kita lihat potensi ada, akses udara sudah komplit, tinggal akses darat dan laut mesti dibenahi," sarannya.

"Intinya GIPI bersama asosiasi-asosiasi siap mendorong. Kami juga siap membuat produk di Riau agar bisa dijual, artinya marĂ­ kita sama-sama membangun pariwisata ini," pungkasnya. (Sumber: www.mimbarkita.com) 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.