Halloween party ideas 2015


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya berkomitmen dalam memberikan dukungan infrastruktur di 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), guna mendukung program meningkatkan kunjungan 20 juta wisatawan asing pada 2019.

“Pembangunan infrastruktur PUPR berdasarkan keterpaduan pembangunan wilayah untuk menunjang pengembangan kawasan strategis nasional, termasuk pariwisata, lumbung pangan, industri, perdesaan, dan perkotaan metropolitan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers Kamis (9/11).

Adapun dukungan infrastruktur yang diberikan Kementerian PUPR pada 10 KSPN antara lain pengembangan kawasan permukiman, konektivitas, penataan bangunan dan lingkungan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan penyehatan lingkungan permukiman.

Salah satunya adalah pada KSPN Tanjung Lesung di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, berjarak sekitar 128 km dari Jakarta yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Saat ini Kementerian PUPR tengah mengembangkan Kampung Wisata Cikadu, yang diharapkan bisa menjadi destinasi pariwisata baru berbasis pembangunan perdesaan yang ditunjang oleh potensi sumber daya lokal dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan pengembangan kawasan wisata dengan membangun danau yang dilengkapi taman bermain dan juga restoran apung, serta amphiteater.

Kemudian akan dibangun pula infrastruktur pendukung seperti gerbang kawasan boulevard, plaza, pendopo, dan pelataran parkir.

Untuk menunjang Kampung Wisata Cikadu, Kementerian PUPR menyiapkan pembangunan infrastruktur dasar dan penanganan sanitasi dengan membangun toilet, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), MCK Komunal, dan SPAM sebagai sumber air bersih.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida mengatakan, pembangunan infrastruktur di lokasi destinasi pariwisata sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi.

"Selain itu, pembangunan infrastruktur di kawasan wisata juga menjadi simbol pariwisata di Indonesia guna mendukung Nawacita," ujarnya.

Untuk pengembangan infrastruktur di KSPN Tanjung Lesung tersebut, Kementerian PUPR menggunakan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp80 miliar secara tahun jamak (multiyears) 2016-2018, di mana progres fisik hingga saat ini mencapai 33 persen.

Di sisi konektivitas, Kementerian PUPR juga membangun jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 km untuk menunjang KSPN Tanjung Lesung, yang saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dan ditargetkan akan operasional tahun 2019.

Tol tersebut dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana dukungan Pemerintah berupa konstruksi sepanjang 33 km, sementara sisanya dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni PT Wijaya Karya Serang Panimbang, dengan biaya konstruksi sebesar Rp3,56 triliun.

Selain Tanjung Lesung, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016, sembilan KSPN lainya adalah Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Morotai (Maluku Utara), Pulau Komodo-Labuan Bajo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Danau Toba (Sumatra Utara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika Lombok (NTB), dan Tanjung Lesung (Banten).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.