Halloween party ideas 2015



Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya dikenal dengan kentalnya budaya dan ragam pariwisatanya.

Kabupaten Konawe Utara, yang telah dipimpin oleh Bupati Ruksamin sejak 2015 ini, diramalkan bakal menjadi destinasi wisata-budaya terfavorit di Dunia. Pulau Labengki misalnya, mulai akrab ditelinga masyarakat dengan sebutan Teluk Cinta.

Potensi wisata yang satu ini, juga tidak ketinggalan ditampilkan dalam  Frame gambar dan audio di agenda soft launching Festival Konasara yang diselenggarakan disalah satu Hotel di Kota Kendari, Minggu (3/12).

Destinasi budaya-pariwisata Konut yang dipromosikan dalam perhelatan tersebut, dipastikan bakal menarik wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara nantinya.

Bukan hanya Labengki Island, ragam destinasi wisata lainnya seperti sumber air panas Wawolesea misalnya, atau Taipa dengan eksotisme pantainya, serta identitas masyarakat setempat yang menjunjung tiggi nilai-nilai luhur budaya Tolaki juga dianggap mendukung pengembangan potensi wisata budaya daerah tersebut.

“Kita patut berbangga memiliki putera daerah yang mampu memimpin Kabupaten dengan terobosan  pariwisata dan kekhasan budayanya, ini menjadi tugas kita bersama, untuk mengembangkan ini di semua daerah di Sultra, ” urai Saleh dalam sesi perhelatan Soft Launching itu.

Selaku biang dari ide cemerlang ini, Ruksamin, Bupati Konut, juga kembali bernostalgia saat mencetuskan slogan Konasara.

“Istilah Konasara itu berangkat dari kegiatan politik, namun saat ini, semua berubah, Konasara bukan soal Ruksamin dan Rauf, tapi seluruh masyarakat Konut, tanpa terkecuali, dalam bingkai persaudaraan dengan komitmen memajukan daerah ini bersama rakyat,” urainya.

Lulusan Doktor Program DAP, UNDIP Semarang Tahun 2015 ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Festival Konasara yang dijadwalkan pada 31 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018 mendatang.

Kirab budaya, pesta lampion, lomba karya tulis ilmiah, lomba perahu katinting, lomba perahu hias dan sejumlah kegiatan lainnya, dipastikan akan memeriahkan pelaksanaan kalender even tersebut.

Selain masyarakat lokal, wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara termasuk Italia, Australia, China juga dijadwalkan akan menghadiri even tersebut. Melihat pariwisata yang semakin berkembang signifikan ini, Pemda Konut berani menargetkan sebanyak 500 ribu kunjungan wisatawan di Tahun 2018 mendatang.

Target tersebut menurut Ruksamin, juga didukung oleh peran masyarakat setempat. Pemda setempat melibatkan masyarakat pribumi disegala sektor termasuk pelaku UKM, perikanan, perkebunan, pertanian, dan sektor lainnya.

“Peningkatan PAD kita tidak lepas dari peran masyarakat. PAD sektor pariwisata misalnya, di Labengki, 12 rumah disiapkan sebagai cottage, kerajinan tangan hasil kreatifitas masyarakat juga akan mendukung kesejahteraan mereka, semua program kita kembangkan demi mengupayakan kesejahteraan rakyat kita,” urainya.

Festival Konasara sendiri, merupakan kalender even yang dipusatkan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, 31 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018 mendatang.Penyelenggaraan tersebut dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun daerah pada 2 Januari 2018.

Destinasi Wisata Budaya Konawe Utara

Konawe Utara, Teropongsultra-Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya dikenal dengan kentalnya budaya dan ragam pariwisatanya.

Kabupaten Konawe Utara, yang telah dipimpin oleh Bupati Ruksamin sejak 2015 ini, diramalkan bakal menjadi destinasi wisata-budaya terfavorit di Dunia. Pulau Labengki misalnya, mulai akrab ditelinga masyarakat dengan sebutan Teluk Cinta.

Potensi wisata yang satu ini, juga tidak ketinggalan ditampilkan dalam  Frame gambar dan audio di agenda soft launching Festival Konasara yang diselenggarakan disalah satu Hotel di Kota Kendari, Minggu (3/12).

Destinasi budaya-pariwisata Konut yang dipromosikan dalam perhelatan tersebut, dipastikan bakal menarik wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara nantinya.

Bukan hanya Labengki Island, ragam destinasi wisata lainnya seperti sumber air panas Wawolesea misalnya, atau Taipa dengan eksotisme pantainya, serta identitas masyarakat setempat yang menjunjung tiggi nilai-nilai luhur budaya Tolaki juga dianggap mendukung pengembangan potensi wisata budaya daerah tersebut.

“Kita patut berbangga memiliki putera daerah yang mampu memimpin Kabupaten dengan terobosan  pariwisata dan kekhasan budayanya, ini menjadi tugas kita bersama, untuk mengembangkan ini di semua daerah di Sultra, ” urai Saleh dalam sesi perhelatan Soft Launching itu.

Selaku biang dari ide cemerlang ini, Ruksamin, Bupati Konut, juga kembali bernostalgia saat mencetuskan slogan Konasara.

“Istilah Konasara itu berangkat dari kegiatan politik, namun saat ini, semua berubah, Konasara bukan soal Ruksamin dan Rauf, tapi seluruh masyarakat Konut, tanpa terkecuali, dalam bingkai persaudaraan dengan komitmen memajukan daerah ini bersama rakyat,” urainya.

Lulusan Doktor Program DAP, UNDIP Semarang Tahun 2015 ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Festival Konasara yang dijadwalkan pada 31 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018 mendatang.

Kirab budaya, pesta lampion, lomba karya tulis ilmiah, lomba perahu katinting, lomba perahu hias dan sejumlah kegiatan lainnya, dipastikan akan memeriahkan pelaksanaan kalender even tersebut.

Selain masyarakat lokal, wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara termasuk Italia, Australia, China juga dijadwalkan akan menghadiri even tersebut. Melihat pariwisata yang semakin berkembang signifikan ini, Pemda Konut berani menargetkan sebanyak 500 ribu kunjungan wisatawan di Tahun 2018 mendatang.

Target tersebut menurut Ruksamin, juga didukung oleh peran masyarakat setempat. Pemda setempat melibatkan masyarakat pribumi disegala sektor termasuk pelaku UKM, perikanan, perkebunan, pertanian, dan sektor lainnya.

“Peningkatan PAD kita tidak lepas dari peran masyarakat. PAD sektor pariwisata misalnya, di Labengki, 12 rumah disiapkan sebagai cottage, kerajinan tangan hasil kreatifitas masyarakat juga akan mendukung kesejahteraan mereka, semua program kita kembangkan demi mengupayakan kesejahteraan rakyat kita,” urainya.

Festival Konasara sendiri, merupakan kalender even yang  diarangkaikan dengan penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe Utara yang jatuh pada 2 Januari mendatang.

Festival ini dipusatkan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, 31 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018 mendatang.(Sumber: www.suarakendarinews.com).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.