Halloween party ideas 2015


Merenggangkan urat syaraf yang kaku dengan menghabiskan waktu liburan untuk berwisata ke suatu tempat dengan melakukan perjalanan ala travelling atau ransel merupakan hal menyenangkan. Apalagi akan menjadi berkesan apabila sengaja menjadikan waktu liburan untuk menilik wisata sejarah, dengan mengunjungi obyek wisata sejarah seperti Candi Prambanan di DI Yogyakarta.

Candi Prambanan menjadi saksi sejarah dari lahirnya perjalanan panjang kebudayaan di bumi nusantara, bangunan sejarah yang diketahui telah kokoh berdiri sejak abad 9 Masehi. Candi Prambanan kaya akan arsitektur dan cukup megah serta berkelas taraf dunia. Hal tersebut menjadi salah satu hal menarik yang menjadikan Candi Prambanan sebagai destinasi wisata bagi para wisatawan lokal maupun yang datang dari luar negeri.

Ohh iya, bukan hanya dari sisi keindahannya yang dibalut dengan ornamen bergaya seni arsitektur kelas dunia yang menjadikan candi Prambanan istimewa. Akan tetapi, lebih dari itu tersimpan pula cerita rakyat yang melegenda pun telah diwariskan secara turun-temurun. Dan lebih menariknya lagi, asal usul keberadaan Candi Prambanan ini sempat diangkat jadi alur cerita beberapa film layar lebar, salah satunya yang terbaru di tahun 2010 ialah Beyond Skyline, film garapan sutradara Liam O'Donnell yang diperankan juga oleh aktor Indonesia seperti Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan.

Candi Prambanan yang notabene merupakan sebuah candi Peninggalan Kerajaan Hindu ini berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Candi yang megah ini mempunyai ukuran dan ketinggian terbesar se-Asia Tenggara. Candi Prambanan mempunyai tinggi 47 meter. Waw fantastis dan berbangga sekali sebagai orang Indonesia.

Menurut cerita masyarakat yang beredar pada dasarnya Candi Prambanan ini adalah bangunan yang dipersembahkan untuk tiga dewa dalam agama Hindu. Yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Pencipta yang mana menjadi Dewa Pemelihara. Sedangkan Dewa Siwa menjadi Dewa Penghancur.

Ya mungkin saja pada era yang modern saat ini, banyak wisatawan yang hendak maupun sudah berkunjung ke Candi Prambanan tidak terlalu mengetahui makna dari nilai sejarah peradaban bangsa yang seharusnya dijaga dan dipopulerkan ke mata dunia sebagai cara untuk menjaga kelestariannya. Jadi bukan hanya sekedar mengunjungi untuk berfoto-foto saja melainkan ada juga ulah tangan usil yang dengan sengaja mengotori bangunan candi, hal tersebut tidak lah harus terjadi apabila sebagai pemuda sadar akan nilai sejarah yang utuh, akan tetapi alangkah bangganya para nenek moyang bila mendengar kekayaan budaya yang hakiki turut dijaga kelestariannya.

Saat pengunjung memasuki pelataran kawasan Candi Prambanan,  akan menjumpai banyak bangunan yang ada di sana. Tapi hanya ada 3 candi yang diutamakan dan 3 candi inilah yang menjadi candi utama. Tiga candi ini meliputi Candi Brahma, Candi Wisnu dan Candi Siwa. Menariknya, candi Siwa lah yang menjadi candi tertinggi dengan tinggi sekitar 47 meter dan lebar 34 meter atau lebih tinggi 5 meter dari Candi Borobudur yang juga menjadi candi Hindu tertinggi di Indonesia.

Menurut cerita yang dihimpun dari berbagai sumber, Candi Prambanan disebut juga Candi Rorojongrang karena terkait oleh sebuah legenda yang konon diyakini oleh sebagaian masyarakat jawa. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang bernama Rara Jongrang. Karena sang putri tidak kuasa untuk menolak cintanya maka sang putri mengajukan syarat yang harus dipenuhi Bandung Bondowoso yaitu membuat candi dengan jumlah 1.000 arca dalam waktu semalam.

Permintaan Roro Jongrang tersebut disanggupi dan hampir terpenuhi pada suatu malam sampai akhirnya Roro Jongrang meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi agar memacing ayam jantan supaya berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Tetapi Bandung Bondowoso tahu kalau dicurangi yang pada waktu itu sudah menyelesaikan 999 arca, yang selanjutnya mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1.000.

Apabila memperhatikan dari relief yang terpahat pada dinding Candi Prambanan menceritakan kisah Ramayana. Terdapat juga relief pohon Kalpataru, dimana umat Hindu menganggap pohon tersebut melambangkan kelestarian, kehidupan dan keserasian. Keberadaan pohon tersebut menggambarkan masyarakat jawa pada waktu itu mempunyai kesadaran dalam melestarikan lingkungannya.

Bagi para pengunjung yang ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai Candi Prambanan, sudah disediakan sebuah museum yang terletak di kompleks Candi Prambanan. Museum tersebut menyediakan informasi audio visual mengenai sejarah di temukannya Candi Prambanan hingga proses pemugarannya disajikan secara lengkap.

Untuk menambah rasa cinta terhadap budaya dengan memasuki dimensi ruang peradaban sejarah, ada pula even menarik yang digelar setiap bulan pada bulan purnama yaitu pementasan Sendratari Ramayana. Kisah Ramayana yang diceritakan dalam pertunjukan ini merupakan terjemahan dari relief yang dipahat pada dinding candi Prambanan.

Apabila ingin menuju Candi Prambanan tidaklah sulit, lantaran lokasi Candi Prambanan terletak di Desa Prambanan yang secara administratif terbagi menjadi dua wilayah yaitu Kabupaten Sleman DIY dan Kabupaten Klaten Jateng

Akses untuk mengunjungi lokasi candi Prambanan cukup lah mudah karena terletak di tepi jalan raya Yogyakarta – Solo sehingga dapat mudah diakses dari manapun. Untuk pengunjung yang berasal dari arah Yogyakarta agar sampai ke lokasi ini hanya mengeluarkan biaya Rp.3.000,- -Rp.4.000 dengan menaiki bus transjogja dan sarana angkutan umum lainnya. Jika pengunjung dari arah Solo hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp.3.000. Sedangkan bila pengunjung berasal dari arah Klaten dapat memilih bus jurusan Klaten – Prambanan.

Di sana para wisatawan akan menikmati fasilitas yang tersedia di sekitar kompleks candi Prambanan terbilang cukup lengkap, seperti hotel atau rumah penginanapn, restoran atau rumah makan, toko- toko cenderamata dan warnet. Pemandu wisata juga dengan mudah dapat dijumpai, dengan menelusuri jejak-jejak kejayaan peradaban Jawa – Hindu pada masa lampau, juga turut menjaga kelesetarian budaya yang kaya di negeri terkenal gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo. (Traveller: Rangga Darma).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.