Halloween party ideas 2015


Bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan obyek wisata alam dan budaya Cangkuang, Garut, Jawa Barat, selain menikmati keindahan Situ Cangkuang, wisatawan juga bisa melihat dari dekat peninggalan sejarah masa lalu, yakni Candi Cangkuang.

Candi Cangkuang merupakan candi Hindu yang diperkirakan didirikan pada abad ke-8 M. Candi yang letaknya berada di Kampung Pulo, Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini pertama kali ditemukan tahun 1966 oleh tim peneliti yang salah satunya bernama Uka Tjandarsasmita. Penelitian dilakukan berdasarkan laporan dalam buku sejarah mengenai adanya arca Siwa dan makam Muslim di bukit Kampung Pulo.

Candi Cangkuang dipugar tahun 1974-1976 dan setelah selesai dipugar, jadilah Candi Cangkuang dengan ukuran 4x18x8 meter. Sebuah arca Siwa yang sebelumnya telah ditemukan disimpan di dalam candi. Wisatawan dapat melihat arca Siwa dengan menaiki anak tangga candi.

Nama Candi Cangkuang diambil sesuai nama daerah setempat. Nama cangkuang sendiri diambil dari nama pohon pandan.

Persis di sebelah Candi Cangkuang, wisatawan juga dapat melihat makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad. Eyang Embah Dalem Arif Muhammad adalah salah satu penyebar agama Islam di Jawa Barat. Konon, Arif Muhammad ini adalah panglima perang keturunan Mataram yang diutus mengusir penjajah dari bagian tanah Sunda, tetapi gagal dan takut pulang karena takut dihukum oleh raja Mataram. Jadilah dia tinggal dan membentuk keluarga di Cangkuang.

Berdasarkan penelusuran silsilah beliau di museum Cangkuang, beliau masih keturunan Nabi Muhammad saw dari putri beliau Sayyidah Fatimah Zahra (Ratu Fatimah) yang hidup sekitar abad ke-9 M atau sekitar tahun 800-an Masehi. Artinya, kurang lebih 200 tahun setelah wafatnya Rasul saw. Itulah sebabnya kita tidak akan pernah menemukan tokoh ini didalam daftar penduduk yang dibuat pemerintah kolonial tahun 1625 karena beliau hidup sekitar tahun 800-an.

Posisi makam Arief Muhammad di Kampung Pulo terletak pada dataran paling tinggi, yang menandakan semasa hidupnya beliau adalah orang yang disegani. Penduduk sekitar Situ Cangkuang menganggap mereka adalah keturunan langsung dari Eyang Embah Dalem Arif Muhammad.

Keberadaan candi Hindu dan makam Muslim yang bersebelahan ini juga menggambarkan keharmonisan umat beragama penduduk setempat. Ini yang membuat menarik situs wisata ini, dimana meskipun berasal dari masa Hindu, namun di sekitar candi ditemukan banyak peninggalan masa Islam awal di Jawa Barat.


Selain makam Arif Muhammad, wisatawan juga bisa melihat ratusan makam kuno lain. Dan seperti pada umumnya pemakaman pada masa itu, setiap makam memiliki bangunan makam atau cungkup makam yang berbentuk persis sama dengan yang kita kenal sebagai Candi sekarang. Bangunan makam atau cungkup makam ini pada umumnya terbuat dari bata atau batu andesit atau yang lebih dikenal dengan batu candi atau batu alam yang terdapat di sekitar lokasi makam.

Masih di kawasan situs Candi Cangkuang, peninggalan masa Islam yang bisa dijumpai kitab-kitab Islam masa lalu yang tersimpan rapih di museum yang lokasinya berdekatan dengan candi. Warna kitab-kitab, seperti Al Quran dan Fiqih tampak sudah kusam dan bahkan ada yang sudah dimakan rayap dan tampak bolong-bolong.

Seluruh manuskrip yang tersimpan di museum Cangkuang ini sering dijadikan objek penelitian para peneliti maupun para akademisi. Manuskrip tersebut berupa naskah khutbah Jumat terbuat dari kulit kambing, naskah khutbah Idul Fitri terpanjang di Indonesia, Al-Quran dan kitab lainnya yang terbuat dari kayu saih.

Rasanya masih ingin berlama-lama berada di obyek wisata situs Candi Cangkuang ini. Selain melihat dari dekat peninggalan masa lalu wisatawan juga bisa melihat keindahan Situ Cangkuang dan pemandangan asrinya dari ketinggian pulau. Alam pegunungan jelas terlihat dari obyek wisata Candi Cangkuang.


Sebelum meninggalkan Candi Cangkuang, wisatawan bisa berwisata belanja di toko-toko souvenir yang ada di sekitar lokasi candi. Wisatawan bisa membeli beragam souvenir khas obyek wisata Cangkuang, seperti gantungan kunci, sandal, sepatu, dll. (Traveller: Sigit Kurniawan).










Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.