Halloween party ideas 2015


Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur segera membentuk operator Badan Otorita Pariwisata (BOP) untuk kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS).

Dimana lokasi yang dipilih nantinya berada di Wonosari dengan luas lahan berkisar 150 hektare. Kecamatan Wonosari sendiri berada satu akses dengan wisata religi Gunung Kawi.

Kesiapan lahan adalah syarat utama untuk mendukung berdirinya BOP Bromo Tengger Semeru, salah satu dari 10 destinasi unggulan digagas Kementerian Pariwisata.

Sekedar catatan, kawasan BTS mencakup wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan. Sementara yang paling siap menyediakan lahan pendukung BOP Bromo Tengger Semeru, yakni Kabupaten Malang.

"Wonosari kita pilih karena tersedianya lahan 150 hektare. Lokasinya juga cukup strategis menjangkau seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang, seperti pantai, culture, agro, religi, hingga kawasan Bromo Tengger Semeru itu sendiri. Wonosari juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, Kamis (18/1).

Menurutnya, kesiapan lahan telah mendapat persetujuan Kementerian Pariwisata, dan Wonosari dinilai cocok mewujudkan Badan Otorita Pariwisata Bromo Tengger Semeru. "Harapan Bapak Bupati, tahun ini bisa segera terealisasi. Proses yang kini berjalan, kita menunggu pembahasan akhir di Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman. Hingga selanjutnya diajukan kepada presiden," tuturnya.

Dari keseluruhan luas lahan yang tersedia, beber Made, 50 hektare diantaranya akan dikelola Badan Otorita Pariwisata Bromo Tengger Semeru.

Sisanya, menjadi kewenangan Kementerian Pariwisata, kedua lembaga ini bersinergi menggenjot kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. "Karena Bromo Tengger Semeru, bukan hanya ikon Jawa Timur. Namun sudah menjadi destinasi tujuan wisata internasional. BOP (badan otorita pariwisata) mengembangkan dengan destinasi wisata buatan, miniatur ikon wisata dibuat, pusat kuliner dan beragam wahana sebagai obyek wisata andalan," Made mengakhiri. (Sumber: www.beritajatim.com).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.