Halloween party ideas 2015


Seaplane atau pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat di atas air dipastikan akan beroperasi dari Batam. Pengoperasional seaplane untuk menggairahkan wisata bahari, sehingga wisatawan dapat dengan mudah, cepat dan lancar saat berwisata. Sehingga turis asing tak bosan menunggu terlalu lama untuk sampai di pulau yang dituju.

Rencana pengoperasian Seaplane Pesawat Amphibi jenis Viking Twin Otter-400 dengan kode pesawat DHC-400 ini, akan standy by di Bandara Hang Nadim Batam kemudian membawa wisatawan ke Pulau Bawah Resort.

“Kami sangat bersyukur. Seaplane akhirnya beroperasi. Seaplane baru beroperasi bukan karena Pesawat tidak siap, bukan juga karena pilotnya tidak mampu, atau wismannya tidak ada. Namun karena masalah Perijinan. Akhirnya, Seaplane pertama kali untuk berwisata sudah lahir di awal Januari. Alhamdulillah,” ungkap Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indroyono Soesilo dalam keterangan tertulis, Rabu (31/1)

Mengingat, lanjut dia, ini pertama kali Seaplane beroperasi untuk pariwisata di Indonesia maka penerbangan tersebut harus ada sertifikat pesawat khusus dan harus terregistrasi PK (Indonesia).

Bukan hanya itu, pesawat itu bisa terbang juga karena sang pilot harus memilki ijin khusus mendarat di darat dan di air. Lalu Bandara di air juga harus memenuhi persyaratan dan ijin pihak-pihak yang kompeten dan terkait.

Mulai terbangnya Seaplane ini juga merupakan bagian sejarah. Resort Pulau Bawah Kepulauan Riau kini sudah bisa didatangi wisatawan High-End tourists dari Eropa dan Rusia menuju Pulau Bawah Resort untuk 3 malam, termasuk penerbangan Singapura menuju Batam-Pulau Bawah pulang pergi.

Indroyono juga menyampaikan meminta dukungan untuk kelancaran Seaplane project berikutnya yang akan mensasar pembangunan resort di Pulau Widi, Maluku Utara. Semua perijinannya tinggal replikasi saja.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia perlu meniru Maldives dalam penggunaan Seaplanes. Dirut PT.Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro juga menyatakan modifikasi pesawat N-219 Nurtanio buatan PT.DI menjadi Seaplanes akan dimulai tahun ini.

“Seaplanes juga bisa beroperasi untuk danau, seperti Danau Toba Sumatera Utara. Selama ini kendala kita salah satunya ada di akses. Dengan 17.000 lebih pulau yang ada di Indonesia, kita jadi membutuhkan banyak bandara,” sebut Indroyono sambil menambahkan dengan pengoperasian Seaplane pariwisata Indonesia bisa mengalahkan Maldives.

Bahkan Anambas misalnya. Rute Batam ke Anambas yang biasa ditempuh lebih enam jam dengan kapal cepat, bisa dipangkas menjadi satu jam dengan seaplane. “Ini sangat mungkin bisa diterapkan di Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Danau Toba, Morotai , Labuan Bajo dan Mandalika yang sedang dipersiapkan menjadi 10 Bali Baru,” harapnya. (Sumber: www.bisniswisata.co.id).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.