Halloween party ideas 2015


Suzana salah seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal Brunai bertemu Wakil bupati Lumajang Jawa Timur dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes beberapa hari yang lalu menyampaikan akan menginformasikan tentang wisata di Lumajang kepada agen perjalan wisata di negaranya. Ini karena dirinya melihat banyak lokasi wisata yang menarik.

Wisman Brunei itu dari keluarga strata lingkungan pemerintah yang bergelar pangeran dan dayeng telah memberikan peluang ke Kabupaten Lumajang dalam kerja sama wisata. Peluang itu diharapkan pemerintah Lumajang bisa menangkap dengan baik.

"Pak Buntaran diharapkan menindaklanjuti pertemuan itu agar ke depannya peluang kerja sama menjadikan pengurangan pengangguran dan penambahan pendapatan daerah," kata Pungki Hermawan salah satu tour guide Brunai.

Dikatakan Pungki Hermawan tujuan pertama 2 pria dan 2 wanita dari Brunei ke wisata Kampung Al-Qur'an di Bagusari melihat dari dekat suasana para calon penghafal Al-Qur'an. Selain itu pihak dari lembaga hafalan Al-Qur'an di Bahrusysyifa  menyajikan wisata tadabbur alam agar mereka dalam menikmati liburan terkesan dan rindu tentang Indonesia.

Hal senada dikatakan Handoko dalam menemani perjalan Wisman selama 5 hari di kampung wisata religius wisman Brunai itu menyatakan rasa puasnya. Bahkan, mereka sempat berjanji ingin kembali datang ke Indonesia.

"Kami memberikan servis yang baik dan kami antar mereka  ke beberapa objek wisata yang bagus seperti ke B29, Rano Pane, Bromo, Rano Klakah," kata Handoko.

Tentunya panorama alam yang ada di Indonesia utamanya Lumajang ini tidak ditemui di lain tempat.

"Kuliner suguhan yang diberikan ada tempe goreng, ikan goreng, bakar karena lebih disukai dibanding daging oleh mereka," kata Handoko.

Dipaparkan Handoko tujuannya keingintahun informasi yang didapat tentang cara cepat dan tepat menghalaf Al-Qur'an dan kedatangan mereka melihat langsung bagaimana para pendidik yang ada di lembaga Bahrusysyifa menyampaikan materi kepada anak-anak didik dengan sistem yang saat ini diterapkan.

Mereka tertarik dengan sistem simpel menghafal tersebut karena keberhasilan dari anak-anak yang digodok menjadi hafal Al-Qur'an memang benar sesuai informasi yang diperoleh.

"Untuk memfasihkan bacaan juga disediakan cermin jadi mimik dan vokal yang keluar benar-benar sesuai dengan mahrotnya," ujarnya.

Kekaguman akan kebenaran informasi itu diaplikasikan dengan memberikan bantuan kepada santri "Langsung diberikan jasa oleh tamu Brunai berupa baju dan biayaya hidup bahkan ada janji untuk membantu pengembangan lembaga pendidikan dan transportasi". (Reporter: Efendi Murdiono)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.