Halloween party ideas 2015


Provinsi Sumatera Utara ternyata tidak hanya memiliki potensi wisata alam saja, tetapi juga memiliki potensi wisata sejarah dan budaya, seperti candi yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu.

Salah satunya adalah Candi Bahal atau dikenal dengan Candi Portibi. Candi tersebut terletak di Dusun Bahal, Kelurahan Padang Bolak, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Candi Bahal merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Candi Bahal yang berasal dari bahasa Mandailing yang berarti `bumi` ini diperkirakan dibangun pada abad ke 11 oleh Kerajaan Pannai yang kemudian ditaklukan oleh Kerajaan Sriwijaya. Candi ini merupakan salah satu komplek percandian yang di dalamnya terdapat beberapa candi, yakni Candi Bahal 1, 2 dan 3.

Masing-masing candi memiliki ukuran yang berbeda dan dihiasi oleh beberapa arca Hindu dan Budha. Uniknya semua candi memiliki kemiripan dengan candi-candi yang ada di Jawa Timur, yaitu menggunakan batu bata merah bukan dari batu gunung seperti yang ada di Jawa Tengah.

Candi Bahal 1 menghadap kesisi timur dan hanya terletak 300 meter terdapat Candi Bahal 2. Setiap candi memiliki atap berbentuk pagoda setinggi 2,5 meter.


Candi Bahal 1 lokasinya sangat mudah ditemukan, karena wisatawan bisa langsung melihatnya dari jalanan. Candi ini berbentuk persegi empat dengan alas bujursangkar seluas 7m2. Di dalam candi, terdapat ruang kosong yang memiliki ukuran 3m2 dan terdapat dinding yang mengelilinginya setinggi 1 meter. Selain itu, bentuk atap candi sangat unik yakni berbentuk silinder dengan tinggi 2,5 meter.

Candi Bahal 2 lokasinya tidak jauh dari lokasi candi pertama, yakni sekitar 300 meter. Yang membedakan dengan candi pertama adalah ukuran bangunan utamanya. Tatakan Candi Bahal 2 berbentuk bujursangkar dengan luas 6 m2. Di dalamnya juga terdapat ruang kosongg berukuran 3 m2 dan dikelilingi dinding yang memiliki tinggi 1 meter. Lebar pintu masuk ruangan sekitar 120x250 cm.

Untuk Candi Bahal 3 memiliki kemiripan dengan candi yang ada. Memiliki ruang kosong dan pada bingkai batu candi tidak terdapat pahatan, tapi pada dinding tatakan yang luasnya 5 m2 terdapat pahatan berupa motif bunga.

Menurut Juru Pelihara Candi Bahal, Zulfan Harahap yang sudah 22 tahun menjadi juru pelihara candi tersebut menyampaikan, material Candi Bahal ini dari batu bata dan untuk Makaranya dari batu Andesit.

Objek wisata Candi Bahal ini ramai dikunjungi wisatawan pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur. Kondisi jalan menuju lokasi candi sudah cukup baik dan memadai.

Untuk mengunjungi Candi Bahal, wisatawan dapat melalui rute darat dari Kota Medan melalui rute Medan ke Kota Padang Sidempuan kemudian dilanjutkan ke Desa Bahal. Perjalanan dari Kota Medan berjarak sekitar 460 km dengan menghabiskan waktu sekitar 12 jam. (Traveller: Heru Kurnia)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.