Halloween party ideas 2015


Sebagai bagian dari tradisi dan budaya tatar Banten dan Pasundan yang dikenal dengan sebutan Bumi Para Jawara, budaya Nitis Waris atau ngatitiskeun ilmu dan ngawariskeun benda tentu sudah tidak asing lagi. Gelaran budaya yang kental dengan nilai-nilai budaya luhur dan penuh kharisma ini, menjadi ajang untuk pertukaran warisan atau saling mewariskan ilmu dan benda yang menjadi ciri khas dari masing-masing padepokan bela diri, khususnya pencak silat.

Nitis Waris tentu memiliki daya tarik tersendiri, terlebih bagi wisatawan untuk melihat secara langsung tradisi dan budaya peninggalan leluhur ini.

Dalam budaya Nitis Waris setiap pendekar menampilkan seni bela diri khas dari padepokan masing-masing. Mereka juga mengajarkan (mewariskan) ilmu beladirinya pada padepokan lain. Hal ini dilakukan agar seni beladiri khas dari masing-masing padepokan bisa terus dilestarikan dan semakin berkembang.

Sebelum Nitis Waris dilakukan, biasanya didahului dengan kegiatan ziarah ke makam Syekh Maulana Hasanuddin, Syekh Masyuruddin dan Syekh Maulana Yusuf sejak pagi hingga siang hari. Setelah ziarah, barulah para pendekar bertemu untuk melakukan prosesi budaya Nitis Waris.

Gelaran Nitis Waris juga diisi dengan penampilan atraksi seperti, seni pencak silat tunggal, rampak, permainan bola api, permainan Lisung Ngamuk dan debus. Masing-masing perwakilan menampilkan kemampuan mereka di atraksi ini.

Sebagai acara yang sangat kental dengan nilai budaya ini, tentunya Nitis Waris terus dilestarikan sehingga bisa menjadi pilihan bagi para wisatawan dalam perjalanan wisata mereka. (Reporter: Sigit Kurniawan).



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.