Halloween party ideas 2015


Nama Pancuran Pitu tentu sudah tidak asing lagi bagi wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan obyek wisata Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah. Pancuran Pitu yang berarti air terjun yang berjumlah tujuh ini memang berbeda sebab air yang keluar dari pancuran tersebut adalah air panas (belerang). Air belerang sendiri dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Konon secara ilmiah air panas belerang  mampu mengobati berbagai macam penyakit kulit mulai dari gatal-gatal hingga panu atau penyakit kulit lainnya. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang untuk melakukan terapi kesehatan air panas belerang setiap bulan.


Pancuran Pitu diambil dari kata Pancuran dan Pitu yang dalam bahasa Jawa, Pancuran berarti air terjun dan Pitu berarti tujuh. Pancuran Pitu sendiri tak seperti air terjun biasanya, tingginya pun hanya sekitar satu meter. Dan yang menarik dari Pancuran Pitu adalah tujuh buah lengkungan air terjun yang tercipta akibat aliran air panas (belerang) secara terus menerus.

Untuk sampai ke lokasi Pancuran Pitu wisatawan harus berjalan kaki. Kondisi jalan memang sudah cukup baik dengan bantaran beraspal yang tersusun rapi sehingga memudahkan bagi wisatawan untuk berjalan hingga ke lokasi Pancuran Pitu. Saat turun, memang perjalanan menyenangkan. Wisatawan bisa menikmati sambil melihat keindahan panorama alam sekeliling. Perlu tenaga ekstra untuk naik turun tangga di sepanjang perjalanan, terlebih kemiringan jalan di beberapa lokasi yang cukup tajam membuat wisatawan harus berpeluh keringat dan mengatur nafas. Tidak sedikit, wisatawan harus beristirahat agar bisa melanjutkan perjalanan.

Tapi, wisatawan jangan khawatir, jika capek atau kaki pegal karena perjalanan menuruni anak tangga, saat tiba di lokasi Pancuran Pitu, sudah tersedia banyak jasa memijat dengan media belerang. Tarifnya pun bervariasi mulai dari Rp10.000 untuk sekali pijat refleksi.

Sementara, bagi wisatawan yang tak biasa dipijat, bisa merendam kaki Anda di aliran air Pancuran Pitu yang panas dan hangat.  Ini tentu bisa  memberikan efek pijatan refleksi pada bagian tubuh yang direndam dengan air belerang dari Pancuran Pitu.

Kalaupun wisatawan hanya ingin berendam kaki di air panas atau menyiram bagian kepala, cukup dengan menguyur di depan Pancuran Pitu. Namun bagi yang hendak mandi air panas belerang, wisatawan bisa mandi di kolam-kolam kamar mandi tertutup di sebelah Pancuran Pitu.

Untuk urusan lidah, wisatawan tak perlu khawatir, sebab di sepanjang jalan menuju Pancuran Pitu hingga di lokasi Pancuran Pitu banyak tersedia warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman pelepas lapar dan dahaga dengan harga yang terjangkau. Namun, tak jadi masalah untuk menanyakan harga menu yang hendak dipesan untuk menyesuaikan budget yang ada.

Beberapa pedagang aneka souvenir dan mainan juga ada di lokasi Pancuran Pitu. Anda bisa membeli sebagai cinderamata berwisata di Pancuran Pitu.


Pancuran Pitu dan Syekh Maulana Maghribi

Keberadaan Pancuran Pitu tak lepas dari cerita  seorang penyebar agama Islam bernama Syekh Maulana Maghribi dan seorang pengikutnya bernama Haji Datuk. Suatu pagi mereka melihat cahaya misterius. Mereka berlayar mengunakan kapal dan ingin mengetahui dari mana asalnya cahaya misterius tersebut.

Sesampainya di Pantai Gresik, Jawa Timur, cahaya itu tampak dari sebelah barat. Mereka berlayar ke arah barat dan sampailah di Pantai Pemalang, Jawa Tengah. Mereka lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke arah selatan. Kemudian, Syekh Maulana menderita sakit gatal dan sulit untuk disembuhkan. Suatu malam Syekh Maulana mendapat ilham bahwa beliau harus pergi ke Gunung Gora. Setibanya di Gunung Gora ternyata ada tempat yang mengeluarkan asap. Ternyata di situ ada sumber air panas yang mempunyai tujuh buah pancuran.

Syekh Maulana memutuskan untuk tinggal dan berobat dengan mandi secara teratur dari sumber air panas itu dan akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh total. Kemudian Syekh Maulana memberi nama tempat itu menjadi Pancuran Pitu. Warga sekitar menyebut Syekh Maulana dengan Mbah Atas Angin karena datangnya dari negeri yang jauh.


Masih di kawasan Pancuran Pitu, wisatawan juga bisa menuju air terjun dan Goa Selirang yang letaknya tak jauh dari Pancuran Pitu. Untuk sampai lokasi ini wisatawan juga harus melalui jalan setapak dan jejeran anak tangga. Di air terjun ini, wisatawan bisa mandi di bawah guyuran air terjun yang juga hangat. Tempat ini juga menjadi spot yang indah untuk berselfie ria.

Pancuran Pitu yang terletak di bukit Gunung  Slamet atau sekitar 5km dari pertigaan jalan Baturaden ini memang menyajikan panorama alam yang begitu indah. Pepohonan yang membalut bukit dengan desir angin yang berhembus tenang, membuat perjalanan Anda berwisata di Pancuran Tujuh begitu berkesan. (Traveller: Sigit Kurniawan)




Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.