Halloween party ideas 2015


Peninggalan situs-situs bersejarah di Kota Batu, Malang, Jawa Timur cukup banyak. Namun, meskipun banyak, beberapa situs bersejarah itu kurang dari sentuhan perawatan.
Terlebih rencananya Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata akan mengembangkan dan melestarikan sebagai destinasi wisata sejarah. Tidak hanya wacana bakal mengembangkan sebagai wisata sejarah saja. Tentunya masalah perawatan menjadi salah satu poin penting.
Situs bersejarah makam Dinger yang terletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, misalnya. Dari cerita masyarakat setempat, bangunan tersebut merupakan tempat pemakaman Dinger yang meninggal pada tahun 1917.
Dinger adalah nama warga Belanda sekaligus tuan tanah di wilayah setempat yang cukup disegani pada masanya. Namun kondisi makamnya saat ini cukup tidak terawat.
Terlihat di area tersebut banyak rumput liar. Tidak ada pagar sebagai pembatas jika peninggalan itu merupakan situs bersejarah. Di bagian tembok, cat memudar dan banyak ditumbuhi lumut-lumut.
Hal ini pun cukup disayangkan sekali jika peninggalan tersebut tidak dimanfaatkan dan mendapatkan perawatan. Apalagi akses dari menuju makam Dinger ini masih belum tertata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menjelaskan, situs sejarah di Kota Batu memang kondisinya perlu perawatan di setiap desa atau kelurahan. Karena itu, Dinas Pariwisata berencana akan menganggarkan untuk perawatan dan pemelihraan kepada tim anggaran (timgar) Pemkot Batu.
“Memang saat ini situ yang dulu seperti makam Dinger itu perlu suatu pemeliharaan. Apalagi saat ini kita sedangberencana mengembangkan wisata religi di desa-desa,” kata Imam.
Rencana anggaran itu juga bakal dimasukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK). Namun jika memang tidak ada anggaran yang bisa digeser, terpaksa penganggaran perawatan tidak bisa dilakukan tahun 2018 ini.
“Kalau di PAK ini tidak ada yang bisa digeser anggarannya untuk perawatan, ya kami usahakan dalam anggaran tahun 2019 mendatang,” ungkapnya.
Terpisah, Endik dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat menambahkan bahwa bangunan bersejarah itu sudah banyak bagian yang hilang. Di sana dulunya dikelilingi kolam  yang terdapat bunga teratai dan cukup bagus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, lahan digunakan untuk lahan pertanian.
“Beberapa kali makam tersebut menjadi objek foto pre-wedding. Tak hanya itu. Saat liburan, sering terlihat ada wisatawan yang melihat makam Dinger dan menjadi spot swafoto,” ujar Endik.
Menurut dia, situs ini sangat berpotensi menjadi wisata sejarah. Karena itu, ke depan makam ini bisa mendapatkan pehatian dari Pemkot Batu. Terlebih, makam Dinger bisa menjadi aset wisata sejarah. Sebagai cagar budaya, makam tersebut perlu dirawat dan dilindungi.
“Seharusnya wisata heritage yang dikedepankan. Di sini perlu banyak perawatannya, sayang sekali jika yang berpotensi seperti ini tidak mendapatkan sentuhan dari lemkot,” jelasnya. (Sumber: www.malangtimes.com).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.