Halloween party ideas 2015


Kementerian Pariwisata RI berhasil meraih TTG Travel Award untuk kategori The Best Ministry of Tourism atau Best National Tourism Organization (NTO). TTG Travel Awards sendiri merupakan penghargaan bergengsi bagi industri travel se-Asia Pasifik sejak tahun 1989.

Kemenpar berhasil mengalahkan Kementerian Pariwisata dari berbagai negara yang tersebar di Asia Pasifik. Tak hanya itu, kemenangan ini juga karena tingginya hasil voting yang dilakukan oleh para pembaca dan pelaku usaha di bidang pariwisata.

Penghargaan diserahkan oleh Managing Director TTG Asia Media Mr. Darren Ng. Award dan diterima oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Ahmad Rusdi, yang didampingi Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kemenpar Profesor I Gede Pitana. Ada pula Ketua Tim Pemenangan Wonderful Indonesia Vita Datau, Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh juga hadir di acara yang digelar di Centara Grand & Bangkok Convention Centre, Thailand, Kamis (20/9).

Sementara, salah seorang pelaku bisnis wisata yang juga CEO Gaido Grup, M. Hasan Gaido mengapresiasi raihan Kemenpar tersebut. Menurutnya, seiring kebijakan Presiden RI Joko Widodo dan capaian prestasi Kementerian Pariwisata tersebut maka sudah selayaknya semua pihak bersatu dan bersinergi untuk kepentingan yang lebih besar.

"Semua harus bersatu dan bersama menyiapkan destinasi wisata yang menarik sehingga membantu bagi devisa negara," kata Hasan Gaido.


Hasan juga mengingatkan pentingnya promosi wisata Indonesia yang harus terus digencarkan. Promosi dapat dilakukan melalui perwakilan Wonderfull Indonesia di luar negeri, sosial media serta media baik cetak, elektronik dan online. "Sebab, tanpa promosi bagaimana mungkin wisatawan akan tahu wisata Indonesia," kata Hasan yang juga Ketua Bilateral Kadin Timur Tengah.

Menyinggung kesiapan SDM Indonesia sendiri dalam pengembangan wisata di Tanah Air, pemilik kawasan wisata halal Baduy Outbound di Serang, Banten ini berharap agar pemahaman dan pelatihan harus mulai diajarkan dari bangku sekolah. "Bagaimana mereka diajarkan sopan santun kepada wisatawan sehingga mereka punya kesan senang dan menyampaikan kepada teman dan sahabatnya tentang Indonesia," ujarnya.

Secara bisnis, lanjut Hasan Gaido harus dilakukan pelatihan guide lokal dengan kemampuan sejarah dan bahasa asing khususnya bahasa Ingris. (Sumber: Redaksi)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.