Halloween party ideas 2015


ACARA festival jerami di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, resmi dibuka, Rabu (17/10). Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni di lapangan Desa Banjarejo. Ikut mendampingi bupati, Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, Kajari Puji Tri Asmoro, Plt Kadisporabudpar Edi Santoso, Kadinas Pendidikan Amin Hidayat, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Pembukaan festival ditandai dengan pengguntingan tali dari jerami yang ditempatkan di pintu masuk lokasi kegiatan. Hiburan barongan ikut menyemarakkan pembukaan festival jerami yang baru pertama digelar di Desa Banjarejo tersebut.

Pelaksanaan festival jerami mendapat apresiasi khusus dari Sri Sumarni. Bahkan, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu sempat mengacungkan dua ibu jarinya terkait festival yang digagas oleh Kades Banjarejo Ahmad Taufik itu.

“Acara yang dilangsungkan hari ini sangat luar biasa. Terus terang, saya salut dengan kreatifitas yang dilakukan Pak Kades Banjarejo untuk mengoptimalkan potensi wisata didesanya ini,” kata Sri.

Sri juga mengagumi hasil karya replika berbagai hewan purba yang dipajang di lokasi festival. Bahkan saat berkeliling meninjau lokasi festival, ia sempat beberapa kali minta diambil fotonya dengan latar belakang replika hewan dari bahan jerami tersebut.

“Bagus sekali. Saya senang sekali bisa menyaksikan festival jerami. Soalnya, acara seperti ini jarang sekali dilakukan. Semoga dengan adanya festival bisa menarik minat pengunjung ke Banjarejo,” katanya.

Sementara itu, Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Desa Wisata Banjarejo yang kedua. Festival rencananya akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang

“Pada peringatan ulang tahun pertama, kita bikin acara ngaji bareng Cak Nun. Untuk kali ini, gantian kita bikin acara festival jerami yang sebelumnya belum pernah digelar di Grobogan,” jelasnya.

Dalam festival ini, ada 59 hasil karya replika dari bahan jerami tersebut. Rinciannya, 24 replika berbentuk aneka hewan dan 35 replika lainnya berbentuk orang-orangan sawah, rumah, sepeda, gubug, dan perahu.

“Peserta festival tidak hanya dari warta tujuh dusun di Banjarejo saja. Tapi ada dari desa-desa sekitar serta satu peserta datang dari Salatiga. Kemudian, ada satu instansi yang ikut, yakni dari Dinas Pendidikan Grobogan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak atas terselenggaranya festival jerami ini,” katanya. (Sumber: www.murianews.com)



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.