Halloween party ideas 2015


Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pariwisata Badung menargetkan pasar Australia dan Selandia Baru sebagai target utama kunjungan wisatawan ke Badung pada tahun 2019. Australia dan Selandia Baru dijadikan target karena kedua negara ini menyumbang banyak wisatawan ke Bali pada  tahun 2018 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Made Badra dikonfirmasi, Rabu (21/11) mengungkapkan, data kunjungan dari Januari hingga Oktober 2018, tercatat sebanyak 5,2 juta wisman datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Dimana wisman China masih mendominasi sebanyak 1,2 juta dari jumlah total kunjungan.

Badra mengatakan tahun 2019, jumlah kunjungan ditargetkan 6,8 juta wisman. Jumlah itu sesuai perhitungan dengan perkiraan slot penerbangan di Bandara Ngurah Rai, per jam sebanyak 29 penerbangan, atau rata-rata 540-550 slot penerbangan per hari. "Kami memasang target tidak muluk-muluk. Karena kami bekerja sesuai data," tutur Badra.

Badra mengatakan pihaknya menargetkan 1.350.000 wisatawan Australia, ditambah Selandia Baru sebanyak 180.000  orang. Sehingga target Australia dan Selandia Baru diperkirakan sekitar 1,5 juta orang. Sedangkan untuk pasar Asia Pasifik ditarget sebanyak 2 juta orang. Selanjutnya untuk Eropa dan Amerika sebanyak 2,5 juta orang. "Potensi pasar yang tertinggi untuk tahun 2019 diperkirakan adalah dari Australia dan Selandia Baru. Selain itu, ditambah juga pasar lainya seperti Ceko, Kanada dan negara lain, sehingga target kurang lebih sebanyak 6,8 juta orang," lanjut Badra.

Menyambut tahun 2019 pihaknya sudah merumuskan mengenai langkah strategis promosi ke luar negeri dengan melibatkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung bersama industri-industri pariwisata lain. Promosi dilakukan dari Januari hingga November. "Adapun produk yang ditawarkan adalah hotel, restoran, spa, golf, villa, rural destination atau desa wisata adalah sesuatu yang baru. Tidak hanya itu juga akan menawarkan sport tourism dan lifestyle," pungkasnya.

Sementara Ketua BPPD Kabupaten Badung, IGAN Rai Suryawijaya membeberkan dalam rancangan BPPD Badung dari Januari-November 2019 sudah dilakukan pemetaan promosi selama 11 bulan. Januari promosi dilakukan di India. Febuari di ke Hungaria, Austria, dan Ceko. Maret dilakukan di Swiss, Prancis, dan Jerman. April dilakukan di Australia dan Selandia Baru. Mei ke Kanada. Juni ke Korea Selatan. Juli di Italia. Agustus ke Rusia. September ke Amerika Serikat. Oktober ke Jepang, dan November ke Belanda dan Inggris.

"BPPD sepaham dengan program pembangunan pemerintahan KBS-Ace ‘one island one management’. Langkah ini dinilai sangat tepat dan sesuai dengan program pembangunan pemerintah Bali. Tinggal dilakukan koordinasi. Nanti lakukan promosi secara bersama-sama. Jangan sampai satu daerah tujuan dilakukan dua kali promosi. Misalnya bulan ini dilakukan oleh BPPD Denpasar bulan berikutnya dari Badung. Kami tak menginginkan seperti itu. Mari kita bersama-sama. Mari kita bikin yang besar secara bersama-sama. Hemat  kami itu merupakan cara untuk mencapai quality tourism, quality product, dan quality service," bebernya," tuturnya. (Sumber: www.nusabali.com)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.