Halloween party ideas 2015


Berkunjung ke Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tidak banyak tempat wisata yang bisa dinikmati. Kabupaten terkecil kedua di Jawa Tengah setelah Kudus ini tidak memiliki wisata berkonsep alam seperti pantai atau pegunungan. Namun, bukan berarti sama sekali tidak ada potensi wisata yang ditawarkan. Sukoharjo mengandalkan wisata belanja dan juga wisata kuliner yang cukup beragam.

Pemkab setempat terus mendorong tiap wilayah memaksimalkan potensi yang dimiliki agar mampu memberdayakan masyarakat. Nampaknya, hal inilah yang kemudian ditangkap oleh pemangku wilayah perkotaan. Yakni memberdayakan potensi ruang terbuka hijau (RTH) untuk dikembangkan menjadi lokasi rekreasi. Salah satu konsep wisata alam yang mulai dilirik warga adalah Taman Pakujoyo, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo. Sejak tiga tahun terakhir, pihak kelurahan mulai mengelola 22.000 meter persegi lahan termasuk didalamnya taman kota sebagai tempat rekreasi.

Lurah Gayam, Havid Danang Purnomo mengatakan, Taman Pakujoyo saat ini menjadi tujuan warga Sukoharjo bersantai dan berekreasi. Selain menawarkan suasana sejuk taman, fasilitas seperti  tempat pemancingan, spot swafoto, spot kuliner dan permainan turut melengkapi wahana rekreasi murah meriah ini. Bahkan saat ini, juga menyediakan permainan edukasi outbond dan tubing di Kampung Wisata Menjing. Bagi yang tertarik berkeliling kampung, pengelola menyediakan bus wisata yang dinamai Bus Tayo, singkatan dari Taman Pakujoyo. Pengunjung hanya perlu membayar antara Rp 5.000 - Rp 25.000 untuk setiap fasilitas permainan yang disediakan.

Taman Pakujoyo selalu ramai dikunjungi wisatawan, khususnya di hari libur dan hari besar. Tercatat ada kenaikan pengunjung yang cukup signifikan pada saat Hari Raya. Kunjungan reguler paling padat terjadi pada akhir pekan, tetapi pada saat lebaran bisa naik hingga tiga kali lipat.

Soal kuliner, jangan khawatir, di obyek wisata ini ada puluhan pedagang kuliner yang berjualan di sekitar taman yang merupakan warga Gayam. Kelompok pemuda kampung juga disertakan untuk pengelolaan parkir. Tidak selalu menggantungkan keuntungan dari keberadaan taman, warga juga dengan suka rela melakukan pemeliharaan taman secara swadaya.

Salah satu pengunjung warga Kelurahan Banmati, Ananda Lala mengaku senang dengan keberadaan Taman Pakujoyo. Tempat wisata yang murah dan mudah dijangkau. Berada di jalur kota dan fasilitas yang cukup lengkap sebagai tempat bersantai. Pengunjung diberikan pilihan yang banyak untuk menikmati suasana taman dan jenis kuliner yang disediakan oleh penjual jajanan.

Lurah Gayam, Havid Danang Purnomo mengatakan, pihaknya juga merealisasikan pembangunan water park (taman air) di lahan 14.000 meter persegi dikawasan taman pada 2019 ini. Dana yang dibutuhkan untuk perluasan fasilitas ini mencapai Rp 12,5 miliar. Tentunya, dengan dana yang demikian besar tetap harus mengandeng investor. Rencana pengembangan telah disampaikan kepada pihak terkait dan telah disetujui. “Pengelolaan tetap pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, operasional dilaksanakan kelurahan,” katanya. (Kontributor: Deni Suryanti)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.