Halloween party ideas 2015


Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berkomitmen untuk mengembangkan river tourism, untuk itu ada upaya mengubah sungai kotor yang ada di wilayah Kudus menjadi obyek wisata yang menarik. Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat menyambut tim penilai pemilihan komunitas peduli sungai tinggi provinsi Jawa Tengah di Command Center, Selasa (2/7).

Bupati memaparkan akan membuat Sungai Kaligelis yang membelah Kota Kudus menjadi river tourism seperti Sungai Cikapundung, Bandung maupun Kali Code, Yogyakarta. Saat ini, progres river tourism masih pada tahap konstruksi. "Tim yang mengembangkan river tourism telah mensurvei Kali Code untuk mempelajari manajemen wisatanya. Manajemen yang baik akan kami implementasikan dalam pengembangan river tourism di Sungai Kaligelis. Kami juga telah mendapatkan izin dari Pak Menteri yang beberapa waktu lalu singgah di Kudus, juga Djarum Foundation," ujarnya. Untuk mewujudkan river tourism, pekerjaan rumah yang lain adalah menyadarkan masyarakat Kudus untuk tidak membuang sampah di sungai. Kewajiban "membersihkan" sungai dari sampah tak hanya dimiliki pemerintah, namun juga warga masyarakat.

Salah satu kelompok masyarakat yang peduli akan sungai di Kudus yakni Pokja Peduli Perubahan Iklim (Dulbahlim), Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae. Pokja Dulbahlim berkomitmen dalam menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat akan keberadaan dan pelestarian sungai dan wilayah sekitarnya. Program dari Dulbahlim dalam memelihara lingkungan sungai antara lain pembersihan sungai, belik, membuat seribu lubang biopori, pembuatan bank sampah, maupun membuat sumur resapan. "Salah satu pokja peduli sungai di Kudus adalah Pokja Dulbahlim, Desa Ngembalrejo. Kami meminta evaluasi tim penilai untuk Dulbahlim agar ke depan dapat lebih maksimal dalam menyadarkan masyarakat Ngembalrejo dan menginspirasi wilayah yang lain," ucapnya.

Ketua tim penilai dari Akademisi Safrudin mengatakan ada 8 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sedang dinilai terkait komunitas peduli sungai ini, yakni Kabupaten Purworejo, Purwokerto, Pemalang, Surakarta, Kudus dan Kendal. "Penilaian diantaranya selain administrasi juga terkait keterlibatan masyarakat terhadap pemanfaatan sungai. Bagaimana masyarakat menjadikan sungai bernilai ekonomis sehingga mensejahterakan masyarakat sekitar sungai. Makanya kita ke Kudus untuk melihat langsung. Ternyata disini sudah ada desa (kampung iklim Dulbahlim) yang tingkat kesadaran masyarakat cukup baik dengan membuat taman di pinggir sungai yang banyak dikunjungi warga", ujarnya. (Kontributor: Sutini)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.