Halloween party ideas 2015


Maskapai penerbangan nasional asal Arab Saudi, Flynas secara resmi melakukan penerbangan perdana Jakarta-Madinah, berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu, (22/9) dengan mengangkut 425 penumpang jamaah umrah. Maskapai asal Saudi berbiaya rendah terkemuka di kawasan Timur Tengah ini melayani rute Jakarta-Madinah dan Jeddah-Jakarta, untuk melayani tingginya animo masyarakat muslim Indonesia menunaikan ibadah umrah.

Seremoni penerbangan perdana Flynas berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, dihadiri Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Esam Abid Althagafi, dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kementerian Agama, Arfi Hatim. Hadir pula Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Joko Asmoro beserta jajarannya, Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhamad Ali, Sekretaris Jenderal Himpuh Anton Subakti, Presiden Direktur JAS Airport Services Adji Gunawan, perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tim Flynas serta sejumlah undangan lainnya.

Flynas akan melayani jamaah umrah dengan dua penerbangan nonstop setiap Minggu antara Jakarta-Madinah dan Jeddah-Jakarta menggunakan Boeing 747-400. Secara reguler Flynas akan terbang setiap hari Minggu dan Selasa dari Jakarta ke Madinah dan Sabtu dan Senin dari Jeddah ke Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Direktur Komunikasi dan juru bicara Flynas Ahmed Ibrahim Al-Musained mengatakan, pembukaan rute penerbangan ini merupakan respon atas tingginya minat masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan umrah. “Jakarta telah menjadi salah satu tujuan wisata utama dan favorit Flynas,” katanya.

Ahmed mengatakan, sejak beroperasi tahun lalu, Flynas telah mengangkut lebih dari 200 ribu jamaah umrah asal Indonesia. Langkah Flynas ini, lanjut Ahmed, upaya untuk mengimbangi target Visi Arab Saudi 2030 untuk melayani 30 juta jamaah umrah dan masing-masing 5 juta jamaah haji setiap tahun.

“Sebagai catatan, jumlah visa umrah yang dikeluarkan untuk pasar Indonesia pada tahun 1440H melebihi 1 juta dan jumlah jamaah haji melebihi 220.000 orang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ahmed mengatakan, Flynas mengoperasikan Boeing 747 untuk melayani rute Saudi-Jakarta, dan Flynas telah menyusun rencana pertumbuhan operasi komersial Smart di pasar Indonesia untuk meningkatkan frekuensi dan menambah kota-kota baru ke dalam operasi dan jaringan Flynas.

Sementara Direktur Komersial Flynas Maen A. Hussein mengatakan, Indonesia merupakan pasar potensial dan pasar kedua Flynas. Oleh karena itu, Flynas telah menempatkan dan menambahkan Indonesia sebagai pasar strategis utama dan rute jaringan Flynas.

“Kami akan mulai dengan dua penerbangan mingguan dari Jakarta ke Madinah dan kembali dari Jeddah ke Jakarta untuk melayani perjalanan umrah, haji, perusahaan, tenaga kerja dan segmen leisure,” katanya.

Sementara Ketua Umum DPP AMPHURI Joko Asmoro, menyampaikan ucapan selamat atas pengoperasian dan peresmian rute baru Flynas ini, dan berharap akan lebih banyak pilihan penerbangan untuk melayani jamaah umrah.

Selain itu, Joko meminta, Flynas terbang dari sejumlah kota lain mengingat tingginya minat masyarakat di daerah untuk melaksanakan umrah. “Tadi disebutkan bahwa Flynas juga akan melayani jamaah umrah dari Medan, Surabaya, dan Makassar,” kata Joko berharap.

Terkait soal harga, Joko mengatakan, sekarang masalah harga sangat terbuka dan masyarakat bisa memilih penerbangan yang diinginkan baik oleh penyelenggara maupun oleh jamaah itu sendiri. Namun kebanyakan jamaah Indonesia memilih terbang langsung ke Madinah dan pulang lewat Jeddah.

“Flynas mengambil momen untuk terbang menuju Madinah dan kembali lewat Jeddah,” papar Joko.

Joko menambahkan, sebagai negeri berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia tiap tahun selama dua tahun terakhir ini jamaah umrah mencapai 1 juta orang. Joko memperkirakan tahun ini akan ada kenaikan menjadi 1,2 juta orang.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari adanya perubahan aturan Pemerintah Saudi terkait umrah, sehingga memudahkan masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah. Sebut saja, terkait rekam biometric, yangsaat ini tidak lagi menjadi syarat untuk mengurua visa. Selain itu, dicabutnya aturan visa progresif umrah SR 2000, meski diganti dengan government fee sebesar SR300.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.