Halloween party ideas 2015


Beberapa negara di Eropa, khususnya Jerman mulai melirik potensi wisata muslim (halal tourism). Ini terlihat dari mulai dipromosikannya makanan halal dan sarana penunjang bagi muslim traveler yang berwisata ke negara tersebut.

Demikian dikatakan Managing Director IndoGerman Travel, Dana Schuster saat pemaparan Tour Halal Jerman & Swiss di acara Silaturahim dan Tukar Wawasan Komunitas Pasar Wisata Halal di Jakarta, Selasa (21/1).

Menurut Dana, melihat potensi halal tourism yang bagus, terlebih dengan banyaknya wisatawan dari negara-negara muslim, seperti Arab Saudi, Turki, Lebanon dan negara muslim Asia, pemerintah Jerman sudah mulai mempersiapkan hal-hal yang menjadi pendukung wisata halal.

"Selain makanan halal yang tidak mengandung babi, Pemerintah Jerman juga membangun lokasi untuk beribadah bagi muslim traveler, seperti musala-musala di airport atau masjid di beberapa tempat yang dikunjungi wisatawan," kata Dana.

Sementara tour leader, Andy Vatian Demvora mengakui bahwa kesiapan travel muslim untuk menjual produk wisata halal selain haji dan umroh masih perlu ditingkatkan.

Andy mengaku, travel muslim masih belum siap untuk menjual produk wisata halal selain umrah dan haji. Akibatnya, peluang ini diambil oleh travel konvensional (non muslim) dengan membuat produk wisata muslim.

"Mereka melihat peluang tersebut dengan mulai mencari tahu tentang berbagai hal yang terkait dengan wisata halal," kata Andy Vatian.

Secara pribadi, Andy mengaku potensi wisata halal cukup besar. Seperti yang ia jalani saat ini di mana ia bisa membawa rombongan dua kali perjalanan dalam sebulan. (Sumber: www.elshinta.com)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.