Halloween party ideas 2015


Mengisi libur weekend tanpa harus menguras kocek, Anda bisa mencoba berwisata menikmati alam pengunungan. Wisata alam ini memang tengah digandrungi anak muda, milenial khususnya. Lalu, kemana wisatawan bisa menikmati alam pegunungan yang tidak hanya ramah namun juga instagramable? Ya, kawasan wisata Gunung Salak bisa jadi pilihan.

Siapa yang tak kenal dengan Gunung Salak yang terletak di wilayah Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat ini. Gunung yang namanya diambil dari kata salaka yang berarti "perak" dan terkenal dengan cerita mistisnya ini ternyata menyimpan keindahan dan eksotisme yang memukau di sekitarnya. Jadi, sudah pasti sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang suka dengan wisata alam. 

Ada sisi lain dari keindahan Gunung Salak yang wajib kamu kunjungi, terlebih jika kamu adalah pemburu "exotic landscape", yakni  Kawah Ratu. Kawah Ratu berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan merupakan kawah terbesar, termuda dan aktif. 

Untuk sampai ke Kawah Ratu, wisatawan jangan dulu membayangkan akan melakukan pendakian yang melelahkan dengan trek terjal, jurang yang curam atau gelapnya hutan. Ternyata tidak, wisatawan bisa dengan mudah sampai ke kawasan Kawah Ratu yang memang tidak berada di Puncak Gunung Salak. Terlebih jika wisatawan memilih masuk dari basecamp Desa Pasir Reungit. Begitu masuk kawasan Desa Pasir Reungit, bau belerang kawah sudah tercium. Nah, itu menandakan letak Kawah Ratu tak jauh dari posisi wisatawan berada. Dekat, bukan?   

Kini, siapkan kendaraan, uang saku secukupnya, pakaian hangat, pakaian ganti, sepatu kets dan jas hujan. `Pendakian` menuju Kawah Ratu dimulai.   

Sebaiknya, wisatawan memulai pendakian pada pukul 08.00 pagi dan sebelumnya, wisatawan bisa berangkat menuju lokasi Desa Pasir Reungit pada malam hari. Jangan khawatir, wisatawan bisa bermalam gratis, di warung terdekat dari basecamp.  Salah satu warung yang sering didatangi wisatawan adalah warung Pak Koko. Kamu bisa numpang bermalam tidur menunggu pagi, di bale-bale yang sudah disediakan oleh pemilik warung.  Selain areal parker yang cukup luas, menginap di warung Pak Koko, wisatawan tidak perlu bayar, tapi setidaknya wisatawan sarapan dan minumlah di warung ini. Harganya cukup terjangkau, koq.

Pagi hari, sebelum memulai pendakian di tengah dekapan udara dingin yang menggigit, segelas susu bandrek bisa menjadi teman penghangat wisatawan.  Minuman yang satu ini, jangan dilewatkan jika kamu bermalam di warung Pak Koko. Satu gelasnya Rp6000. Selain Susu bandrek kamu juga bisa memesan nasi goreng telur ceplok untuk mengisi perut sebelum memulai pendakian. 

Pukul 08.00 loket basecamp Pasir Reungit dibuka. Harga tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Rp.15.000 perorang.  Harga ini belum termasuk jika kamu ingin masuk dan bermalam di camping ground.  Kawah Ratu hanya berada di ketinggian 800-900 mdpl, tidak terlalu tinggi.  Pendakian ke Kawah Ratu, Gunung Salak,  bukan pendakian yang sulit dan berat. Treknya tidak ekstrem dan cenderung landai.

Di sepanjang jalan pendakian, wisatawan akan ditemani dengan indahnya hutan tropis dan sungai kecil dengan riak air yang jernih dan bisa langsung diminum.  Kompor dan panci kecil serta gelas, boleh dibawa untuk menyeduh teh atau kopi saat beristirahat di perjalanan. Karena ini adalah hutan tropis dengan sumber mata air yang banyak, maka sudah pasti trek ini akan cukup basah, hati hati dengan lintah ya, sebaiknya jangan berjalan diatas air sebab selain berpotensi terkena lintah dikhawatirkan akan mengotori air sungai. 

Tidak terasa, pendakian yang menempuh waktu sekitar tiga jam akan mengantar wisatawan tiba di hutan mati/Kawah Mati I yang sangat luas. Hutan mati tersebut konon tercipta karena bencana letusan masa lampau. Kawasan hutan mati ternyata menjadi lokasi obyek foto yang bagus dengan kayu-kayu yang berwarna coklat tanpa dedaunan bisa menjadi medium bagi wisatawan untuk berfoto atau berselfie ria. 

Untuk sampai di Kawah Ratu wisatawan harus menaiki sebuah punggungan kecil. Jangan takut lutut gemetar, wisatawan cukup berjalan santai sambil sesekali berhenti.  Pemandangan hutan mati dari atas bukit akan membuat kamu lupa sedang mendaki punggungan.  Setelah melewati bukit, kamu akan bertemu dengan kawah mati.

Tengoklah ke kanan, nun kejauhan, wisatawan bisa melihat sebuah kolam air yang jernih, berwarna kebiruan. Danau Situ Hiang /Kawah mati II dengan  mata airnya yang banyak dan mengandung sulfur bisa menjadi obat gatal-gatal kulit. 

Melangkah sekitar 150 mete, bau asap belerang makin menyengat dan kepulan asap semakin tebal, nah itu tandanya wisataan sudah berada di Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sisi kiri terlihat plang dengan tulisan Puncak  Salak I. Sangat eksotis,  kamu bisa eksplore sepuasnya, dari berbagai sisi, tapi jangan terlalu lama di sana karena asap belerangnya cukup membuat wisatawan sedikit sesak. Selain itu, tetaplah berhati-hati dan jangan sampai terpeleset jatuh ke kawah. 

Puas menikmati keindahan kawasan Kawah Ratu sambil berfoto dengan berbagai angle, dan cukup beristirahat, wisatawan bisa kembali ke basecamp. Perlu diingat, saat mendaki wisatawan sebaiknya memperhatikan tanda-tanda pada trek pendakian, agar mudah menemukan jalan menuju kembali. 

Saat kembali ke basecamp, tepatnya setelah melewati jembatan terakhir wisatawan akan menjumpai persimpangan. Nah,  jika wisatawan mengambil  arah kiri, maka akan langsung menuju basecamp. Sedangkan, jika  memilih arah kanan dan berjalan lurus mengikuti trek turun, wisatawan akan menemukan sebuah curug atau air terjun,  Namanya Curug Ngumpet. Dinamakan Curug Ngumpet  karena  letaknya yang tersembunyi.

Desa Pasir Reungit  dikenal dengan sebutan Desa Seribu Curug. Meski jumlah seribu itu hanya sebutan, memang banyak curug di Desa Pasir Reungit. Ada lebih dari 7 air terjun di Desa Pasir Reungit yang viewnya benar-benar instagramable, sangat indah,  dan tidak cukup satu hari untuk mengeksplorenya. Beberapa curug yang yang terkenal  di antaranya adalah Curug Pangeran, Curug Cigamea, Curug Seribu, Curug Kondang, Curug Balong Endah dan Curug Cikuluwung.  Dan jika kamu benar-benar ingin mendapatkan suasana yang tenang, tidak terlalu ramai dan menghasilkan foto-foto bagus, pilih waktu pada pagi hari. Nah, selamat berlibur. (Kontributor: Vivi Trisnavia)   


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.