Halloween party ideas 2015


Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) tahun 2020, resmi dimulai. Opening ceremony event yang telah masuk agenda tahunan Pemko Banjarmasin itu dilaksanakan di Duta Mall, Banjarmasin, Rabu (4/3).

Sebagai tanda dimulainya BSF ke 4, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bersama Staf Ahli Bidang Pembangunan Gubernur Kalsel  Farid Rahman, Forkopimda Kota Banjarmasin, dan seluruh kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, secara bersama-sama memukulkan kembang mayang. “Event BSF adalah rangkaian calender of event Kota Banjarmasin yang sudah di launching di Bali. Kami bersyukur bahwa agenda BSF bisa kita laksanakan dan tahun ini tercatat ada 38 calender of event tahun 2020,” ujar H Ibnu Sina, saat menyampaikan sambutannya.

Tema yang diangkat dalam BSF tahun ini adalah The Glory of Harytage. Tema ini mengandung sebuah kebanggaan terhadap warisan budaya  berupa kain sasirangan. Dengan dilaksanakannya kegiatan BSFsetiap tahun, diharapkan kain sasirangan bisa lebih dikenal tak hanya dilevel nasional tetapi hingga level internasinal.

BSF tahun ini memang sangat berbeda dengan kegiatan di tahun sebelumnya. Setidaknya tercatat 13 kabupaten kota se Kalsel turut berpartisipasi memeriahkannya. Bahkan, beberapa kota dari provinsi lain juga terlihat ikut ambil bagian memeriahkan even ini, seperti  Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jogjakarta, Kota Solo, Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Paser.

Selain di Duta Mall, kegiatan pameran produk kain sasirangan juga digelar di kawasan Siring Menara Pandang. “Nanti di malam minggu, ada hiburan dari Band Kotak di siring Menara Pandang. Kemudian ada diskusi warisan kebudayaan sasirangan.  Dan kegiatan ini disuport penuhi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI,” kata H Ibnu Sina lagi.

Puncak kegiatan BSF berupa karnaval kain sasirangan,  rencanannya akan dilaksanakan di sepanjang Jalan A Yani Kota Banjarmasin pada hari Minggu (8/3).

Staf Ahli Bidang Pembangunan Gubernur Kalsel  Farid Rahman, saat membacakan sambutan Gubernur kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, dengan dilaksanakannya event BSF diharapkan, selain lebih menguatkan kain sasirangan sebagai ikon Kalsel, juga dapat mendorong berkembangnya kain sasirangan serta dapat meningkatkan daya saing ekonomi daerah. “Saya yakin Kalimantan Selatan akan memiliki berbagai macam potensi, anak muda yang kreatif merupakan modal dalam Industri kreatif di daerah  kita,” ucapnya.

Harapan lain yang disampaikannya dalam kesempatan tersebut, agar seluruh pemerintah se Kalsel memberikan dukungan dan motivasi kepada para pelaku industri kreatif, dengan begitu kreatifitas dan hasil karya serta potensi yang dimiliki dapat terus di gali hingga memiliki daya saing yang tinggi. “Tahun 2020 ini saya senang dan bangga karena kain sasirangan sudah dilestarikan dengan cara seperti, ditetapkannya sebagai salah satu pakaian  kerja, seragam sekolah, atau seragam resmi untuk mengikuti kegiatan di pringkat nasional,” tuturnya

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Bumi Lambung mangkurat untuk tidak bosan dalam mengenalkan kain sasirangan sebagai kain khas urang banua.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah beserta Ketua Dekranasda se kalsel. (Kontributor: Syahri Ruslan)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.