Halloween party ideas 2015

Penyelenggaraan ‘Atur Dahar’ merupakan pelestarian salah satu upacara adat Banjar Kalimantan Selatan atau kebiasaan masyarakat Banjar, yang sekarang jarang diadakan.

Minggu malam, (20/12) pukul 20.00 Wita di kediaman Rumah Ibu Tri Agustin Jalan Banua Anyar  Banjarmasin Kalimantan Selatan, upacara adat Banjar ini dapat terlaksana.

Tri Agustin (kerabat zuriat) memaparkan, diadakannya acara Atur Dahar tidak lain adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia nikmat iman dan Islam dari zaman Pemerintahan Sultan Banjar yang pertama yaitu Sultan Suriansyah hingga masa sekarang ini. 

“Upacara adat tersebut merupakan salah satu media silaturahmi yang sangat sakral antar kerabat zuriat dan masyarakat dalam mempererat tali silaturahmi dalam upaya pelestarian adat istiadat, Atur Dahar sudah ada di masa sebelum Islam resmi menjadi agama Kerajaan Banjar,” ujarnya.

Pada era sebelum Islam tujuan dari pelaksanaan upacara adat ini adalah mengatur dahar atau memberi makan kepada makhluk-makhluk gaib, dengan harapan agar tidak mengganggu ketenangan dan ketentraman kehidupan masyarakat dan kerajaan pada masa itu.

Pelaksanaan “Atur dahar” merupakan adat atau kebiasaan yang diwujudkan dalam bentuk hidangan sesajian berupa wadai dan makanan tradisional Banjar, berjumlah 41 macam. 

Menjaga dan melestarikan adat Banjar dengan pelaksanaan Atur Dahar, kepada leluhur dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, saat prosesi Atur Dahar.

Setelah Islam resmi menjadi agama di Kerajaan Banjar, maka upacara adat Atur Dahar disesuaikan dengan ajaran syariat Islam, diisi dengan lantunan salawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memanjatkan doa kehadirat Allah SWT, untuk memohon keselamatan dan keberkahan kebaikan dunia dan akhirat.

Kemudian, dalam kesempatan acara yang hikmat tersebut, turut hadir di acara tersebut dari kalangan para habaib, tokoh agama dan pemuka masyarakat juga para kerabat keluarga.

“Semoga kedepannya akan banyak dari kalangan masyarakat banua banjar di mana pun mereka berada, peduli terhadap pelestarian adat istiadat serta penggalian sejarah seni budaya di kalangan generasi muda yang bisa ditampilkan baik di level daerah, nasional maupun Internasional,” ungkap Bu Tri Agustin. (Kontributor: Syahri Ruslan). 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.