Halloween party ideas 2015

Sebagai sebuah negara kepulauan yang dikelilingi lautan luas, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut yang begitu besar di dalamnya. Salah satunya adalah sumberdaya perikanan di mana bisa ditemukan seperti ikan, udang, kerang, lobster, hingga rumput laut.

Kekayaan alam laut tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia wisata tanah air, seperti wisata kuliner dan belanja. 

Nah, di Jakarta, ada salah satu lokasi yang cukup dikenal untuk bisa menikmati wisata kuliner alam laut, yakni Pasar Ikan Muara Angke yang terletak di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Tepatnya di sebelah utara teluk Jakarta yang bersambungan langsung dengan Laut Jawa. Perjalananan ke sana memakan waktu hingga 1 jam dari Bogor dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Saat memasuki wilayah pasar Muara Angke ini, wisatawan harus membayar tiket masuk kendaraan sebesar Rp4.000, itu pun belum termasuk dengan biaya parkir.

Setibanya di sana, wisatawan akan disambut dengan kapal-kapal nelayan yang bersandar dengan jumlah banyak. Selain itu, bau amis yang khas pun terkadang muncul sebagai pertanda dari ikan-ikan yang dijual di sana.

Setelah memasuki kawasan Pasar Muara Angke, wisatawan akan melihat banyak orang-orang yang beraktivitas di pasar tersebut. Mulai dari pedagang ikan, pembeli ikan, hingga pemborong ikan pun ada.

Pasar Muara Angke biasanya akan ramai sejak pukul 19.00-04.00 WIB. Sementara di waktu siang, pasar tetap buka melayani pembeli namun tidak seramai waktu malam hingga pagi.

Ikan-ikan yang dipasarkan di sana umumnya merupakan ikan laut yang dapat dikonsumsi, serta memiliki nilai ekonomis yang beragam. Namun, wisatawan juga dapat menemukan ikan air tawar, kerang-kerangan, cumi-cumian, hingga lobster.

Ikan laut yang dapat wisatawan temukan di sini sangat beragam. Mulai dari kelompok ikan demersal hingga ikan pelagis. Contoh kelompok ikan demersal yang dapat ditemukan adalah ikan kerapu dan ikan kakap, sementara pada ikan pelagis ialah ikan tongkol, ikan cakalang, dan ikan tuna mata besar.

Ada pula ikan air tawar yang dapat ditemukan berupa ikan lele, ikan mujair, hingga ikan gurame. Selain itu, ditemukan juga kelompok kerang-kerangan, seperti kerang tiram, kerang darah, kerang bambu, hingga kerang hijau.

Wisatawan juga dapat menemukan cumi-cumian hingga lobster dengan jenis-jenis yang beragam, serta dapat ditemukan juga jenis-jenis sumberdaya perikanan lainnya.

Harga yang dijual di pasar ini cukup beragam. Misalnya ketika mencari ikan kakap putih, ternyata yang dijual mulai dari Rp60.000 hingga Rp30.000 per kilogramnya. Sementara pada ikan kerapu harganya dari Rp60.000 hingga Rp25.000 per kilogramnya. Ada pula lobster dengan harga Rp60.000 per kilogramnya, dan ikan ayam-ayam Rp20.000 per kilogramnya.

Harga yang cukup beragam serta menurut beberapa pedagang di sana, pasar itu merupakan pasar yang termasuk murah diantara pasar ikan lainnya. Oleh karena itu, wisatawan akan menemukan banyak pemborong yang akan menjual kembali ikan-ikan di tokonya masing-masing.

Selain itu, tidak jarang juga banyak para konsumen yang akan mengadakan acara besar, seperti pernikahan atau pesta untuk membeli ikan di sini.

Kondisi ikan di pasar ini rata-rata dijual dalam kondisi segar, terlebih jika wisatawan berkunjung pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Pada waktu tersebut adalah waktu ikan baru didaratkan dari kapal nelayan untuk dijual kembali.

Jika wisatawan berkunjung ke sana dan akan membeli banyak ikan, jangan khawatir untuk membawanya. Di sekitar pasar banyak pedagang yang menjual box styrofoam, cooler box, hingga es balok, serta garam agar ikan yang dibeli tetap dalam kondisi segar dibawa ke rumah.

Beragamnya sumberdaya perikanan yang dijual di sana sangat cocok bagi wisatawan yang sedang mencari ikan dengan harga yang murah. Selain karena ikan merupakan salah satu jenis makanan yang bergizi, ikan juga mengandung protein yang baik bagi kesehatan tubuh.

Bagaimana, apakah wisatawan mulai tertarik mengunjungi pasar ini? (Kontributor: Jauhar Zainal Arifin)



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.