Halloween party ideas 2015

Sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi, banyak pekerja di sektor ini kehilangan sebab tidak adanya tamu datang. Mulai dari hotel, restoran hingga tempat wisata mengaku kesulitan di tengah pandemi yang sudah melanda lebih dari 1,5 tahun ini.

Gio Fernandez Alvin, Traveler dan Pengamat Pariwisata menyebut banyak biro perjalanan yang tutup akibat sepinya permintaan selama pandemi. Dirinya yang aktif berkunjung dan memantau tempat-tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia dan mengaku industri ini lesu darah.

"Saya selama pandemi beberapa kali berkunjung ke Bali dan sangat prihatin. Pantai Kuta yang biasanya ramai turis domestik dan mancanegara kini hanya terlihat segelintir saja,  itu juga karena mereka terjebak dan tidak bisa pulang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi travelklik.com, Senin (13/9).

Selain Bali, dirinya kerap kali melakukan traveling ke wilayah lainnya seperti di Jawa Barat yang kondisiya relatif sama. Menurutnya, selama menjaga prokes dengan baik, menghindari keramaian, serta menjaga imunitas tubuh dengan baik maka masyarakat bisa berplesir, apalagi saat ini harga penawaran sedang murah.

Gio yang sehari-hari merupakan seorang dosen sekaligus arsitek ini bahkan beberapa lama pindah dan bekerja di Bali. Mempelajari arsitektur, tata kehidupan masyarakat, dan destinasi-destinasi wisata di Bali. Ia mengaku banyak orang yang justru mengiranya orang Bali asli karena saking cintanya dengan Pulau Dewata tersebut.

"Saya ke Bali dari Bandung lewat jalan darat selama 32 jam non stop. Singgah di berbagai kota, banyak hidden paradise yang wajib banget dipublikasikan pariwisatanya," lanjutnya.

Usahanya menghidupkan pariwisata melalui promosi media sosial, edukasi prokes dan tips berwisata dengan aman selama pandemi berbuah manis. Dirinya mendapat tawaran dari Sabertooth sebuah brand outdoor traveling untuk mensupport konten positif terkait pariwisata yang dibuatnya.

"Ada beberapa brand lain yang bekerjasama dengan saya saat ini. Tapi yang pasti traveling ini soal passion, kalau ada yang support itu bonus," tambahnya.

"Dengan traveling, saya ingin sekali bisa membantu kembali meningkatkan pariwisata di Indonesia khususnya pada saat pandemi ini. Saya juga ingin bantu UMKM, besarkan brand lokal agar bisa lebih berkembang," 

Menurutnya, traveling terlebih saat pandemi, bukan sekedar liburan atau hura-hura. Tetapi membantu menghidupi banyak orang, mencri makna hidup dan menempa diri. Berinteraksi dengan orang di berbagai daerah, adat istiadat, budaya dan bahasa berbeda akan bisa mendewasakan diri kita.

"Masih banyak tempat yang mau saya kunjungi  seperti Mentawai, Pulau Rinca dan Raja Empat. Mumpung rutinitas sebagai dosen, model, dan berwiraswasta bisa dihandle dengan teknologi atau WFH," tutupnya.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.