Halloween party ideas 2015

"Tidak ada lagi cinta di Jembatan Cinta Pulau Tidung Kepulauan Seribu". Kalimat ini merupakan bias dari turunnya jumlah kunjungan wisatawan selama tahun 2021 ini. Hal itu disebabkan dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. 

Penurunan dan kurangnya wisatawan luar negeri maupun dalam negeri ini mengemuka dalam pertemuan Jumat (3/12) di Vila Nyiur Kampung Baru Pulau Tidung yang diadakan oleh Dinas UMKM Penprov DKI Jakarta dan tim sarpras dari SKSG UI dengan para pedagang UMKM di Kepulauan Tidung.

“Dengan adanya COVID ini kita susah, pengunjung berkurang dan akhirnya pendapatan kami pun yang sehari-hari bisa diandalkan juga berkurang. Kami butuh juga bantuan dalam menghadapi ini,” ujar Muhammad Saman pedagang buah kelapa dan juga kuliner ini.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan yang dibuka dengan penjelasan dari SKSG UI DR. Adipati kepada para pedagang di Kepulauan Tidung. 

Menghadapi sepinya wisatawan yang menjadi andalan dari pedagang UMKM di Pulau Tidung dibutuhkan inovasi yang menarik, sehingga dengan inovasi itu bisa solusi dari tumbuh kembangnya wisatawan di Pulau Tidung.

“Buat saja icon baru selain Jembatan Cinta yang sudah ada disini. Icon berupa permainan baru atau juga icon yang unik yang bisa mengundang wisatwan ke sini. Itu sangat kita harapkan sehingga kami tidak sepi lagi,” tuturnya.

Selain icon yang baru, mengenai kios yang ada di obyek wisata Pulau Tidung juga dibutuhkan perbaikan dari dari keadaan yang ada dan juga prasarana lainnya. Menurut Saman perbaikan kondisi sarana dan prasarana di obyek wisata ini tentunya akan menjadi nilai bagi kemajuan berjalannya wisata ini.

Sementara itu Masripah ibu penjual ikan yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa dirinya meminta kepada Dinas UMKM untuk dapat memberikan bantuan dana bagi pedagang yang ada. Menurutnya hal itu diperlukan untuk penambahan modal mereka.

“Kami perlu modal pak. Kami juga membutuhkan dana. Kami memang sudah menerima bantuan dari Polres, tapi dari pihak UMKM belum. Malahan yang menerima bantuan justru pedagang yang bukan penduduk asli Pulau Tidung,” tegasmya.

Sementara menurut Kepala Seksi Usaha Informal Dinas PPKUKM mengatakn, bahwa bantuan bagi pedagang UMKM di Pulau Tidung yang merupakan penduduk asli akan diusahakan mendapatkan bantuan. “Saya kaget mendengar hal itu. Tapi kita akan usahakan bantuan tersebut,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (4/12). 

Menanggapi perbaikan sarana dan prasarana yang diutarakan sebelumnya, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas UMKM Penprov DKI Jakarta Adhitya Pratama mengatakan bahwa tersebut, pihak Dinas UMKM Penprov DKI Jakarta yang diwakili oleh Adhitya Pratama Kepala Seksi Sarana dan Prasarana UKM mengatakan prasarana dan sarana yang ada jika sudah diserahkan oleh Kementerian PUPR kepada Penprov melalui Dinas PPKUKM maka akan dioptimalisasi.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.